PENJURU.ID I KABUPATEN BEKASI – Keterbatasan fisik tidak pernah menjadi penghalang untuk berkarya. Hal ini terus dibuktikan oleh Rani Mei Lestari, sosok inspiratif yang kini menahkodai Yayasan Disabilitas Produktif dan Mandiri (Disproman) Indonesia. Rani yang juga sebagai Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kabupaten Bekasi, menyerukan pentingnya kolaborasi pentahelix untuk menciptakan ekosistem yang inklusif dan ramah disabilitas.
Rani, yang juga dikenal sebagai sociopreneur, menekankan bahwa penyandang disabilitas membutuhkan dukungan nyata agar bisa mandiri secara finansial. Melalui payung yayasan Disproman Indonesia, ia sukses merintis berbagai unit usaha seperti layanan laundry dan kerajinan, serta secara aktif memberikan pelatihan keterampilan vokasi.
Namun, menurutnya, kerja keras mandiri dari komunitas disabilitas tidak akan maksimal tanpa adanya sinergi dan dukungan dari berbagai pihak.
“Untuk mewujudkan kemandirian yang berkelanjutan, kami tidak bisa berjalan sendiri. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, para pelaku usaha, para dermawan, serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi untuk bergandengan tangan,’ ungkap Rani pada penjuru.id, Senin (13/7/2026).
Mari kita berkolaborasi memberdayakan saudara-saudara kita penyandang disabilitas agar mereka bisa produktif, mandiri, dan setara di mata masyarakat,” ujar Rani, yang juga aktif memperjuangkan hak kesetaraan disabilitas di berbagai bidang.
Ajakan kolaborasi ini dinilai sangat krusial, mengingat wilayah Kabupaten Bekasi merupakan salah satu pusat kawasan industri yang memiliki potensi besar dalam penyerapan tenaga kerja. Melalui dukungan pelaku usaha (corporate social responsibility) dan kebijakan yang pro-inklusif dari Pemkab Bekasi, kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas diyakini akan semakin terbuka lebar.
Senada dengan hal tersebut, Disproman Indonesia sendiri terus bergerak menjembatani para penyandang disabilitas dengan dunia kerja dan wirausaha. Yayasan ini rutin mengadakan berbagai program, mulai dari pelatihan kerja seperti barista, seni musik tradisional, hingga pembekalan literasi digital bagi UMKM penyandang disabilitas.
Rani berharap, ke depannya akan semakin banyak program kolaborasi jangka panjang yang melibatkan akademisi, pemerintah, dan swasta. Langkah ini tidak hanya membantu para penyandang disabilitas untuk mandiri, tetapi juga mendukung terwujudnya Kabupaten Bekasi yang benar-benar inklusif dan ramah bagi semua kalangan.
Bagi masyarakat, perusahaan, atau para dermawan yang ingin ikut serta dalam program pemberdayaan dan penyaluran bantuan bersama Yayasan Disproman Indonesia, informasi lebih lanjut dapat diakses melalui Disproman Indonesia Instagram maupun platform resmi milik HWDI Kabupaten Bekasi.




