Penjuru.id | Jakarta – Ketua Umum Gerakan Pemuda Mahasiswa Indonesia (GPMI), Rahmat Pratama, melaksanakan audiensi sekaligus diskusi bersama Kepala Bagian Pengawasan Penyidikan (Kabag Wassidik) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, AKBP Mihardi Mirwan, di ruang kerja Kabag Wassidik, Polda Metro Jaya.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan penuh semangat kebangsaan. Audiensi tersebut menjadi ruang dialog yang produktif antara organisasi kepemudaan dengan institusi penegak hukum untuk membahas berbagai isu strategis mengenai pengawasan penyidikan, profesionalisme penyidik, keterbukaan informasi kepada masyarakat, serta pentingnya membangun sinergi antara kepolisian dan kalangan mahasiswa dalam mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan.senen(13/07/2026)
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum GPMI Rahmat Pratama menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral sebagai agen perubahan sekaligus mitra kritis yang senantiasa mengawal jalannya penegakan hukum di Indonesia. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum hanya dapat dibangun melalui proses hukum yang profesional, transparan, akuntabel, dan menjunjung tinggi prinsip keadilan.
“GPMI meyakini bahwa supremasi hukum merupakan fondasi utama negara demokrasi. Oleh karena itu, kami akan terus hadir sebagai mitra yang konstruktif dalam mengawal proses penegakan hukum melalui penyampaian aspirasi, kajian, maupun pengawasan sosial yang objektif dan berbasis data. Kritik yang kami sampaikan bukan untuk melemahkan institusi negara, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam memperkuat kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat,” ujar Rahmat Pratama.
Rahmat menambahkan bahwa fungsi pengawasan penyidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam menjaga kualitas proses penegakan hukum. Menurutnya, pengawasan yang berjalan secara efektif akan memberikan kepastian hukum, melindungi hak-hak masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Kepolisian Republik Indonesia.
Dalam dialog tersebut, AKBP Mihardi Mirwan menjelaskan fungsi dan peran Bagian Pengawasan Penyidikan (Wassidik) sebagai unsur yang melakukan pengawasan terhadap proses penyidikan agar berjalan sesuai ketentuan hukum, prosedur yang berlaku, serta menjunjung tinggi profesionalisme, akuntabilitas, dan integritas.
Dalam pembahasan juga ditekankan pentingnya keterbukaan kepada masyarakat dalam batas-batas yang diperbolehkan oleh ketentuan peraturan perundang-undangan. Keterbukaan tersebut dipandang sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum tanpa mengganggu jalannya penyidikan.
Selain itu, AKBP Mihardi Mirwan menekankan bahwa sinergi antara institusi kepolisian dengan mahasiswa dan organisasi kepemudaan memiliki nilai strategis dalam membangun budaya hukum yang sehat. Menurutnya, mahasiswa merupakan bagian penting dari masyarakat yang dapat memberikan masukan, kritik yang membangun, serta menjadi mitra dialog dalam mendorong terciptanya pelayanan kepolisian yang semakin profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Rahmat Pratama menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Kabag Wassidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang telah menerima audiensi GPMI serta membuka ruang diskusi mengenai berbagai persoalan penegakan hukum.
“Kami mengapresiasi kesempatan berdialog secara langsung dengan Kabag Wassidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Pertemuan ini menunjukkan bahwa komunikasi antara aparat penegak hukum dan elemen mahasiswa sangat penting untuk membangun saling pengertian, memperkuat kepercayaan publik, dan mendorong penegakan hukum yang semakin profesional.”
Menurut Rahmat, mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton terhadap dinamika penegakan hukum. Sebaliknya, mahasiswa harus aktif membangun tradisi intelektual melalui kajian, diskusi, advokasi, serta penyampaian aspirasi secara konstitusional sebagai bagian dari kontrol sosial dalam negara demokrasi.
GPMI juga menyatakan komitmennya untuk terus menjalin komunikasi dan sinergi dengan berbagai lembaga negara, termasuk institusi kepolisian, guna memperkuat tata kelola penegakan hukum yang menjunjung tinggi kepastian hukum, keadilan, hak asasi manusia, dan kepentingan masyarakat luas.
Audiensi ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat antara Gerakan Pemuda Mahasiswa Indonesia (GPMI) dengan Polda Metro Jaya dalam membangun ruang dialog yang berkesinambungan, meningkatkan literasi hukum di kalangan generasi muda, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam mendukung terwujudnya sistem penegakan hukum yang profesional, modern, transparan, dan berintegritas.





