Transformasi Peran Guru di Era Kecerdasan Buatan di Tangerang Selatan

PENJURU.ID | OPINI – Kecerdasan Buatan (AI) telah merambah berbagai sektor kehidupan, termasuk pendidikan, dan membawa perubahan mendasar dalam dinamika kelas. Kehadiran AI menawarkan solusi inovatif dalam proses pembelajaran, namun juga menimbulkan pertanyaan penting mengenai bagaimana peran guru akan berubah di tengah dominasi teknologi ini.

Perubahan Peran Guru

Bacaan Lainnya

Peran guru yang sebelumnya sebagai pusat informasi dan pengontrol kelas kini beralih menjadi fasilitator pembelajaran. Dengan kemampuan AI untuk mengambil alih tugas-tugas rutin seperti penilaian tugas, guru memiliki lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan siswa secara mendalam. Dalam konteks ini, guru berfungsi sebagai mentor dan motivator yang membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah—keterampilan yang sulit diajarkan oleh AI. Bates (2015) dalam bukunya Teaching in a Digital Age: Guidelines for Designing Teaching and Learning menyatakan bahwa “peran guru tidak akan hilang, tetapi akan berevolusi menjadi lebih sebagai pembimbing yang membantu siswa menavigasi informasi yang tersedia secara luas.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi seperti AI dapat menyediakan informasi, peran manusia dalam mendampingi dan memfasilitasi pembelajaran tetap sangat penting.

Manfaat Pemanfaatan AI dalam Pendidikan

Purnomo (2024) dalam artikelnya yang berjudul Pemanfaatan Tools Artificial Intelligence Untuk Membantu Pembelajaran di Sekolah menjelaskan bahwa pemanfaatan alat kecerdasan buatan dalam pendidikan dapat meningkatkan efektivitas pengajaran. Ia menekankan bahwa “pemanfaatan AI dapat memungkinkan guru untuk lebih fokus pada aspek kreativitas dan keterampilan berpikir kritis siswa,” yang menunjukkan bagaimana teknologi ini dapat mendukung pengembangan kemampuan siswa secara lebih holistik.

Implementasi AI dalam Pendidikan di Tangerang Selatan

Di Tangerang Selatan, SMA Negeri 1 Kota Tangerang Selatan (2023) dalam publikasinya menjelaskan bahwa mereka menjalin kerjasama dengan Universitas Terbuka untuk meningkatkan kualitas penulisan karya tulis ilmiah. Kerjasama ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pembuatan karya tulis bagi guru dan siswa, serta memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT dalam proses penulisan. Inisiatif ini diharapkan dapat membantu siswa dan guru dalam mengembangkan keterampilan menulis yang lebih baik, serta memanfaatkan teknologi modern untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif.

Efektivitas dan Etika Penerapan AI

Setiyadi et al. (2023) dalam artikel mereka di APPA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat menjelaskan bahwa “penggunaan AI dalam sistem penilaian dapat meningkatkan kualitas umpan balik yang diberikan kepada siswa, sehingga mereka dapat memahami materi dengan lebih baik.” Hal ini menunjukkan bahwa penerapan sistem penilaian berbasis AI tidak hanya mempercepat proses evaluasi tetapi juga meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Namun, penggunaan AI juga harus mempertimbangkan aspek etika. Setiyadi (2023) mengingatkan bahwa meskipun penggunaan AI memiliki banyak manfaat, sebagai pendidik kita harus menghadapinya dengan kebijaksanaan. Ia mengingatkan bahwa “penggunaan AI tidak sepenuhnya salah” dan sebagai pendidik, kita harus merespons disrupsi yang ditimbulkan oleh teknologi ini dengan kebijaksanaan.

Kebijakan dan Implementasi

Untuk memastikan implementasi AI dalam pendidikan berjalan lancar, diperlukan kebijakan yang komprehensif. Beberapa aspek penting meliputi pengembangan kompetensi guru melalui program pelatihan yang memadai, akses merata terhadap teknologi agar semua siswa memiliki kesempatan yang sama, perlindungan data siswa melalui kebijakan privasi yang ketat, dan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, industri teknologi, serta masyarakat sipil.

Kesimpulan

Kehadiran AI dalam pendidikan akan mengubah secara fundamental peran guru dari sekadar penyampai informasi menjadi fasilitator pembelajaran yang membimbing siswa dalam mengembangkan potensi mereka. Meskipun ada tantangan seperti kebutuhan peningkatan kompetensi digital guru dan isu privasi data siswa, peluang yang ditawarkan oleh AI sangat besar. Dengan pendekatan yang tepat dan dukungan kebijakan yang kuat, kita dapat menciptakan sistem pendidikan yang lebih efektif, efisien, dan inklusif di era kecerdasan buatan ini.

 

Penulis :

  1. Suwandi (Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PPKn, Universitas Pamulang)
  2. Nurdiyana, S.Pd, MH. (Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi PPKn, Universitas Pamulang)

Pos terkait