Penjuru.id Gunungkidul – SMKN 2 Gedangsari gelar Forum Komunikasi Publik di Aula A2 Unit 1 SMKN 2 Gedangsari. Rabu (03/06/2026).
Dalam forum tersebut di hadiri 20 peserta yaitu perwakilan dari akademisi, praktisi, ketua komite, wali murid,internal sekolah serta dunia usaha dan industri. Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Standar Pelayanan di lingkungan sekolah kepada masyarakat dan menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Kepala Sekolah SMKN 2 Gedangsari Sapto Budiyono, S.pd. menjelaskan Forum Konsultasi Publik ini bertujuan untuk menjaring masukan dari berbagai stakeholder (akademisi, praktisi industri, media, dan orang tua siswa) guna meningkatkan kualitas pelayanan di sekolah. Diharapkan peningkatan layanan ini dapat memberikan kepuasan bagi seluruh masyarakat dan dunia pendidikan di sekitar sekolah.
*Pencapaian Smkn 2 Gedangsari 2026*
Dari total 243 lulusan pada tahun 2026, sebanyak 111 alumni sudah berhasil tersalurkan yaitu 6 anak diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun swasta (seperti Politeknik Astra, Politeknik Akuntansi Madiun, UIN Semarang, dan LP3I), 105 anak sudah langsung diterima bekerja Data ini menunjukkan bahwa lulusan sekolah tersebut memiliki keterserapan yang tinggi di dunia kerja maupun wirausaha setelah lulus.
*Bantuan Pemerintah yang Diterima 2026*
Pada tahun 2026, sekolah ini berhasil mendapatkan tiga bantuan dari pemerintah, yaitu Proyek Kreativitas dan Kewirausahaan (Rp57 Juta): Bantuan ini digunakan untuk mengembangkan usaha siswa dalam memproduksi Pakimpul (Stik berbahan dasar talas/kimpul). Produk ini sudah berkembang dan memiliki sertifikat Halal serta izin BPOM. Sertifikasi Bahasa Inggris Sebanyak 68 siswa lolos untuk mendapatkan bantuan sertifikasi bahasa Inggris guna meningkatkan kompetensi dan daya saing mereka setelah lulus.
Bantuan Sertifikasi Kompetensi Murid (LSP P3). Jika biasanya sekolah hanya menggunakan skema Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak 1 (LSP P1), kali ini program sertifikasi akan ditingkatkan menggunakan LSP P3. Dari total 269 siswa kelas 11 yang diusulkan oleh pihak sekolah, terdapat 240 siswa yang dinyatakan lolos seleksi untuk menerima bantuan sertifikasi ini.
Proses pengujian kompetensi siswa (berlaku untuk jurusan TKR, Akuntansi, maupun Tata Busana) tidak akan dilakukan oleh bapak/ibu guru sekolah, melainkan langsung diuji oleh praktisi dari dunia industri. Siswa yang berhasil lulus dalam ujian ini akan mendapatkan sertifikat resmi yang berlambang Burung Garuda, yang menjadi bukti valid bahwa siswa tersebut benar-benar kompeten serta dapat meningkatkan kepercayaan dunia industri saat mereka lulus nanti.
*Proses Menuju Sekolah BLUD (Badan Layanan Umum Daerah)*
Pada tahap awal, terdapat 23 SMK/sekolah yang mengajukan diri untuk program ini. Melalui proses seleksi pertama, jumlahnya dikerucutkan menjadi 7 sekolah yang dipanggil ke koridor DIY untuk melakukan presentasi. Setelah tahap presentasi selesai, hanya 4 sekolah yang dinyatakan lolos, termasuk sekolah SMKN 2 Gedangsari. Sebagai tindak lanjut, tim dari BPKAD DIY (sekitar 10 personel) dijadwalkan hadir ke sekolah untuk melakukan visitasi langsung guna melihat kesiapan sekolah menjadi BLUD.
Sekolah dapat menjual jasa secara resmi (seperti jahitan/batik untuk Tata Busana, agen bank mini untuk Akuntansi, dan servis mobil untuk TKR). Keuntungan dari penjualan jasa tersebut dapat dikelola secara fleksibel untuk pengembangan sekolah. Anggaran sekolah tidak lagi hanya bergantung pada dana BOS, APBD, atau Komite, melainkan juga mendapat tambahan pemasukan dari aktivitas BLUD ini.
Berharap program-program di tahun 2026 ini berjalan lancar agar pada tahun 2027 sekolah bisa melakukan ekspansi usaha dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Pungkas Sapto





