PENJURU.ID | OPINI – Di era digital ini, dunia pendidikan dihadapkan pada peluang sekaligus tantangan baru yang signifikan. Generasi Z, yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan teknologi yang pesat, memiliki karakteristik yang berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka sangat akrab dengan internet dan media sosial, yang membuat mereka lebih terbuka terhadap arus informasi yang cepat dan beragam. Namun, di balik kemudahan akses informasi ini, ada ancaman serius terhadap nilai-nilai tradisional seperti Pancasila yang harus diatasi dengan bijak.
Pendidikan Pancasila tidak bisa dianggap remeh. Nilai-nilai Pancasila adalah fondasi moral yang membentuk karakter bangsa Indonesia. Namun, ada kecenderungan Generasi Z untuk mengabaikan nilai-nilai ini. Penelitian dari Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tahun 2021 mengungkapkan bahwa 76% remaja Indonesia, termasuk Generasi Z, tidak memiliki literasi digital yang memadai. Akibatnya, mereka lebih mudah terpapar informasi negatif dan berita palsu yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Pancasila.
Tantangan dan Solusi dalam Pendidikan Pancasila
- Kurangnya Perhatian terhadap Nilai Pancasila
Generasi Z cenderung lebih tertarik pada tren dan budaya populer daripada nilai-nilai tradisional. Oleh karena itu, pendidikan Pancasila harus disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari. - Arus Informasi yang Deras dan Tidak Terfilter
Internet memungkinkan penyebaran informasi dengan cepat dan mudah, namun juga membuat Generasi Z mudah terpapar konten negatif dan hoaks. Literasi digital menjadi kunci untuk menyaring informasi yang benar dan mendidik. - Media Pembelajaran yang Kurang Menarik
Media pembelajaran Pancasila yang tradisional sering kali dianggap membosankan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam metode pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik, seperti penggunaan video animasi, game edukasi, dan platform media sosial. - Keterbatasan Kompetensi Guru
Banyak guru belum memiliki kompetensi yang memadai untuk mengajar Pancasila di era digital. Pelatihan dan workshop mengenai metode pembelajaran digital perlu diberikan agar guru dapat menyampaikan nilai-nilai Pancasila dengan lebih efektif.
Mengintegrasikan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan kehidupan sehari-hari Generasi Z merupakan langkah yang krusial dalam membangun karakter mereka. Membahas isu-isu terkini yang relevan dengan nilai-nilai Pancasila dapat membantu mereka lebih memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai tersebut. Selain itu, melibatkan komunitas dan organisasi pemuda dalam kegiatan edukasi dan sosialisasi nilai-nilai Pancasila dapat menjadi agen perubahan yang efektif.
Dukungan Regulasi dalam Pendidikan Karakter
Upaya ini harus didukung oleh regulasi yang kuat. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan bahwa pendidikan karakter, termasuk pendidikan Pancasila, merupakan dasar pembentukan karakter bangsa. Dengan panduan dari undang-undang ini, diharapkan generasi muda lebih mampu menghayati dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Penutup
Menjangkau Generasi Z dengan Pancasila di era digital membutuhkan upaya yang kreatif dan inovatif. Dengan memanfaatkan teknologi, mengintegrasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, serta melibatkan berbagai pihak, diharapkan generasi muda dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa ini dengan baik. Pendidikan Pancasila yang efektif akan membentuk karakter kuat pada Generasi Z, sehingga mereka dapat menjadi penerus bangsa yang tangguh dan berintegritas. Upaya ini tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak untuk memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan diterapkan oleh generasi penerus bangsa Indonesia.
Penulis : (Septian Syahnam Ardhinsyah)
Mahasiswa Prodi PPKn Universitas Pamulang
Kelas 06PPKE002
NIM : 211011500187





