Atraksi Debus Ekstrem di Pamulang Menjaga Budaya Betawi Agar Tak Punah Ditelan Zaman

PENJURU.ID | PAMULANG – Alun-Alun Pamulang menjadi saksi kemeriahan Festival Maen Pukul Kota Tangerang Selatan 2026. Acara yang menampilkan aksi ekstrem kesenian tradisional Debus ini berhasil memukau ratusan penonton dan kini resmi masuk dalam agenda pariwisata daerah.

Kolaborasi dan Akulturasi Budaya
Kegiatan yang digagas oleh Lembaga Budaya Betawi Kota Tangerang Selatan bersama Kementerian Kebudayaan ini berfokus pada pelestarian silat tradisi Betawi.

Unsur budaya Debus sengaja dihadirkan karena wilayah Pamulang memiliki perpaduan budaya historis antara Betawi Pinggiran dan Sunda-Banten.

Atraksi Debus ini merupakan hasil kolaborasi dari lima padepokan besar, yaitu :

Maung  Salapan Yayasan Perguruan Cimande Al-Hikmah (YPCA) Macan Liar Padepokan Debus Siliwangi (Pedes) Macan Ronggeng

Pertunjukan menegangkan tersebut dipimpin langsung oleh para jawara kesenian, di antaranya Abah Gelung Sakti.

Rangkaian Acara dari Pagi hingga Malam
Kepadatan warga sudah terlihat sejak pagi hari untuk menyaksikan Karnaval 1000 Pangsi.

Suasana semakin riuh saat para praktisi seni mulai mempertunjukkan ketangkasan fisik serta aspek spiritual di atas panggung utama.

Pihak panitia yang dimotori oleh Bang Zul, Pak Sugeng, Bu Helmi, dan Ustadz Marudin menjelaskan bahwa kolaborasi seni ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar-pelaku seni tradisional.

Festival ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar identitas warisan leluhur tidak punah ditelan zaman.

Kemeriahan acara resmi yang masuk dalam rangkaian 7 Calendar of Event Kota Tangerang Selatan 2026 ini terus berlanjut hingga malam hari. Setelah seluruh atraksi budaya selesai pada sore hari, pengunjung disuguhi panggung hiburan musik yang menampilkan grup lokal Ogah Beh dan The Gloomers sebagai penutup akhir pekan.

adella_

Pos terkait