PENJURU.ID I KABUPATEN BEKASI – Pesta demokrasi desa di Kabupaten Bekasi sebentar lagi digelar. Sebanyak 154 desa dijadwalkan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 20 September 2026.
Pilkades tersebut akan menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan siapa yang akan memimpin desa masing-masing, termasuk memilih antara kandidat petahana maupun calon kepala desa baru.
Salah satu desa yang akan mengikuti Pilkades serentak adalah Desa Karangasih. Dalam kontestasi tersebut, muncul salah satu kandidat baru, Budi, yang akrab disapa Demang atau Kang Demang Mantap (KDM).
Kepada Penjuru.id, Demang menjelaskan alasan dirinya maju sebagai calon Kepala Desa Karangasih. Ia mengaku terdorong oleh keinginannya untuk membangun Karangasih menjadi desa yang lebih berbudaya sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, konsep “Karangasih Berbudaya” memiliki makna yang luas. Berbudaya, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan seni dan tradisi, tetapi juga menyangkut perilaku masyarakat, prestasi, integritas, hingga upaya meningkatkan kesejahteraan.
“Berbudaya itu banyak penjabarannya. Di antaranya bagaimana kita membudayakan untuk tidak mengganggu hak orang lain. Masyarakat juga harus punya prestasi, memiliki integritas, serta mampu membawa kesejahteraan yang lebih baik,” ujar Demang, Rabu (2/9/2026).
Ia juga menyoroti sektor pendidikan di Karangasih. Menurutnya, Karangasih selama ini dikenal sebagai desa pendidikan. Namun, masih terdapat persoalan yang perlu mendapatkan perhatian, khususnya terkait akses putra-putri Karangasih terhadap sekolah negeri yang berada di wilayah tersebut.
“Karangasih itu identik dengan desa pendidikan, tapi kenapa putra-putri Karangasih masih kesulitan masuk ke sekolah negeri yang ada di Karangasih?” katanya.
Jika mendapat amanah dari masyarakat, Demang mengaku akan mendorong terbentuknya forum pendidikan sebagai salah satu wadah untuk membahas dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan pendidikan di desa.
Selain pendidikan, perhatian Demang juga diarahkan pada pengembangan generasi muda, khususnya di bidang olahraga.
Ia menilai potensi pemuda dan pemudi Karangasih sangat besar, tetapi belum sepenuhnya mendapatkan ruang untuk berkembang. Karena itu, jika terpilih, ia berencana memperkuat bidang kepemudaan dan olahraga dalam pemerintahan desa.
“Selama ini, dalam dua periode pemerintahan kepala desa sebelumnya, saya belum menemukan perangkat desa yang secara khusus mengelola dan memberdayakan potensi anak muda, baik di bidang olahraga maupun bidang lainnya,” ujarnya.
Demang mengatakan, dirinya ingin agar nantinya terdapat perangkat desa atau bidang yang memiliki fokus terhadap kepemudaan dan olahraga.
Tujuannya agar pemuda dan pemudi Karangasih memiliki keterampilan, mampu meraih prestasi, sekaligus ikut mengelola dan merawat aset serta fasilitas olahraga yang ada di desa.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan secara positif oleh generasi muda. Dengan adanya kegiatan yang terarah, diharapkan potensi pemuda dapat berkembang sekaligus meminimalkan berbagai persoalan sosial di kalangan remaja, termasuk tawuran.
“Di era digital ini, kita harus menggunakannya untuk hal-hal yang positif dan meminimalkan kenakalan remaja, seperti tawuran,” tuturnya.
Demang juga menyoroti keberadaan Stadion Mini Cikarang yang berada di wilayah Karangasih. Menurutnya, fasilitas tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pengembangan bakat dan prestasi generasi muda.
“Stadion Mini Cikarang punya Karangasih, tapi pengelolaannya dari desa mana? Tidak ada, kan? Nah, nanti kita rangkul pemuda-pemudi untuk merawat dan mengelola fasilitas olahraga ini,” tambahnya.
Ia menegaskan, pengembangan kepemudaan harus dilakukan secara terarah karena Karangasih memiliki banyak anak muda dengan potensi yang cukup besar, terutama di bidang olahraga.
“Banyak pemuda-pemudi yang punya potensi bagus di bidang olahraga, tapi tidak berkembang. Itu menjadi salah satu tugas pemerintah desa untuk merangkul mereka agar bakatnya bisa berkembang dan bisa berprestasi, bahkan sampai tingkat nasional,” katanya.
Bagi Demang, pemuda dan pemudi merupakan aset penting bagi kemajuan desa. Pemerintah desa, menurutnya, harus hadir menyediakan ruang, fasilitas, serta pendampingan agar potensi tersebut dapat berkembang dan memberikan kontribusi bagi Karangasih.
“Pemuda-pemudi itu aset yang harus kita rangkul agar berprestasi. Desa menjadi wadahnya, yang nantinya dapat mengharumkan nama desa. Saatnya pemuda-pemudi membangun desa yang berbudaya,” tandasnya.





