PENJURU.ID | KABUPATEN BEKASI – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 154 desa di Kabupaten Bekasi yang dijadwalkan pada 20 September 2026 kini tinggal menghitung hari. Para kandidat calon kepala desa (kades) pun semakin gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Mendekati hari pencoblosan, calon Kades Sindangsari, Effendi, atau yang akrab disapa Pepen, kembali menghadiri pertemuan tatap muka di RT 13/RW 03 Dusun Tiga. Acara tersebut digelar di kediaman tokoh masyarakat setempat, Karya, yang akrab disapa Bos Boim, Sabtu (29/8/2026) malam.
Ratusan warga, pendukung, dan simpatisan yang menamakan diri kelompok ‘Aja Watir’ tampak memadati halaman rumah hingga meluap ke jalanan,
Sebagai tuan rumah sekaligus inisiator acara, Bos Boim mewakili Pepen menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh warga dari berbagai RT di Desa Sindangsari yang telah hadir.
“Terima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu, terutama para kader, simpatisan, serta militan yang sudah bekerja keras. Di sini kita berdiri sama tinggi, duduk sama rendah,” ujar Boim.
Boim menegaskan bahwa seluruh pendukung memiliki kedudukan yang sama tanpa ada yang diistimewakan. Ia mengajak warga untuk menyatukan visi demi membawa perubahan di desa mereka.
“Waktunya sudah dekat, mari kita rapatkan barisan, tetap jaga kerukunan, dan kawal proses ini sampai selesai. Apa yang sudah kita mulai harus kita akhiri dengan indah,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya melahirkan kepemimpinan baru karena menilai pembangunan di desa selama beberapa tahun terakhir berjalan stagnan. Menurutnya, masyarakat mendambakan kehadiran pemerintah desa dalam memenuhi hak-hak dasar warga.
“Jika kita bertahan dengan kondisi kemarin, perubahan tidak akan pernah terjadi. Mari satukan niat malam ini demi desa yang lebih maju, setidaknya agar sarana dan prasarana yang wajib disiapkan pemerintah bisa terealisasi,” lanjut Boim.
Dalam kesempatan itu, Boim memaparkan program prioritas jika Pepen terpilih nanti, khususnya pada sektor infrastruktur dalam 100 hari pertama kerja.
“Saya tekankan, 100 hari pertama Pepen terpilih, jalan dari Wangkal sampai Puloglatik harus memiliki penerangan yang layak. Saya juga meminta pembangunan gapura yang bagus di perbatasan desa, mulai dari Kampung Wangkal sampai Puloglatik,” tambahnya.
Pembangunan gapura ini nantinya ditargetkan menjadi simbol keindahan desa yang akan dilanjutkan ke wilayah lain, seperti Kampung Pulau Landak, Pulotanjung, Putat, dan kampung-kampung lainnya di Desa Sindangsari.
“Malam ini mari kita mantapkan hati. Kita semua tahu bahwa perubahan sangat diperlukan agar masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik dari pemerintah desa,” pungkas Boim.





