PENJURU.ID I Tangerang Selatan – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UHAMKA memberikan pendampingan kepada siswa SMA Negeri 10 Tangerang Selatan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pendampingan Digital Branding Berbasis AI dan ESG Marketing bagi Pelaku Usaha Baru di SMA Negeri 10 Tangerang Selatan”, Senin (31/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya FEB UHAMKA membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi perkembangan dunia usaha yang semakin erat dengan teknologi digital.
Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya membangun identitas merek, memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), serta menerapkan prinsip keberlanjutan dalam strategi pemasaran.
Ketua Tim PKM FEB UHAMKA, Edi Setiawan, S.E., M.M., mengatakan perkembangan teknologi digital telah membuka peluang besar bagi generasi muda untuk memulai dan mengembangkan usaha.
Menurutnya, memiliki produk yang baik saja tidak cukup. Pelaku usaha juga perlu mampu membangun identitas merek dan menyampaikan nilai produk kepada masyarakat melalui berbagai platform digital.
“Generasi muda saat ini memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi pelaku usaha. Namun, di tengah perkembangan teknologi dan persaingan digital, mereka juga perlu memahami bagaimana membangun identitas usaha, menyampaikan nilai produk kepada konsumen, serta memanfaatkan teknologi secara kreatif dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Arif Widodo Nugroho, S.E., M.M., hadir sebagai pemateri. Ia menyampaikan materi mengenai digital branding berbasis AI dan ESG Marketing bagi pelaku usaha baru, khususnya generasi muda.
Arif menjelaskan, membangun usaha di era digital tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk. Pelaku usaha harus mampu membangun identitas dan citra yang jelas agar produk dikenal dan dipercaya konsumen.
“Digital branding menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan usaha. Pelaku usaha harus mampu menunjukkan siapa mereka, apa nilai yang ditawarkan, dan mengapa konsumen perlu memilih produk mereka. Teknologi AI dapat menjadi salah satu alat yang membantu proses tersebut,” jelasnya.
Menurut Arif, AI dapat dimanfaatkan secara kreatif untuk mendukung berbagai kebutuhan usaha, mulai dari mencari inspirasi, mengembangkan ide, membuat konsep konten promosi, hingga menyusun strategi komunikasi pemasaran.
Meski demikian, ia menekankan bahwa pemanfaatan AI harus tetap diimbangi dengan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis. Teknologi, menurutnya, merupakan alat untuk mendukung inovasi dan bukan untuk sepenuhnya menggantikan peran manusia.
Selain AI, peserta juga diperkenalkan dengan konsep ESG Marketing. Prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dinilai semakin relevan karena masyarakat kini mulai memperhatikan nilai dan dampak yang dihasilkan sebuah usaha.
“Usaha masa depan tidak hanya berbicara tentang keuntungan. Pelaku usaha juga perlu memiliki kepedulian terhadap lingkungan, masyarakat, serta menjalankan usaha secara bertanggung jawab. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi bagian dari identitas dan kekuatan sebuah merek,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, para siswa didorong untuk melihat peluang usaha di lingkungan sekitar dan memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan ide bisnis. Mereka juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun usaha yang memiliki identitas, nilai, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut melibatkan anggota Tim PKM, Dr. Emaridial Ulza, S.E., M.A., bersama tim FEB UHAMKA dalam mendukung pelaksanaan program pendampingan.
FEB UHAMKA berharap kegiatan PKM ini dapat memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada siswa SMAN 10 Tangerang Selatan untuk memulai dan mengembangkan usaha. Penguasaan digital branding, pemanfaatan AI, serta pemahaman ESG Marketing diharapkan menjadi modal bagi lahirnya generasi wirausaha muda yang adaptif, inovatif, dan bertanggung jawab.





