FEB UHAMKA dan SMAN 10 Tangsel Dorong Lahirnya Wirausaha Muda Berbasis Green Entrepreneurship

PENJURU.ID I TANGERANG SELATAN – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UHAMKA bekerja sama dengan SMA Negeri 10 Tangerang Selatan mendorong lahirnya generasi wirausaha muda yang kreatif, inovatif, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Pendampingan Green Entrepreneurship Berbasis Islamic Social Capital bagi Pelaku Usaha Baru di SMA Negeri 10 Tangerang Selatan”. Program ini bertujuan memberikan pemahaman dan pendampingan kepada siswa mengenai pentingnya membangun usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan nilai-nilai sosial.

Bacaan Lainnya

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 10 Tangerang Selatan, Enny Retno Dewi, S.Sn., mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan kegiatan PKM tersebut. Menurutnya, pendampingan kewirausahaan menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk mengenal dunia usaha sejak dini.

Ia menilai generasi muda perlu diberikan ruang dan kesempatan untuk mengembangkan kreativitas serta keberanian dalam menciptakan peluang usaha. Kehadiran perguruan tinggi melalui program pengabdian kepada masyarakat juga diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengalaman praktis kepada para siswa.

“Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan dapat memahami bahwa berwirausaha bukan hanya tentang mencari keuntungan, tetapi juga bagaimana membangun usaha yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim PKM FEB UHAMKA, Sumardi, SE., M.Si., mengatakan kegiatan pendampingan tersebut merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan ekonomi di masa depan.

Menurut Sumardi, siswa sebagai bagian dari generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi pelaku usaha baru. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, serta pemahaman mengenai pentingnya menjalankan usaha secara berkelanjutan.

“Melalui kegiatan pendampingan ini, kami ingin memperkenalkan konsep green entrepreneurship kepada para siswa sebagai salah satu pendekatan dalam membangun usaha yang tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Selain itu, nilai-nilai Islamic Social Capital juga diharapkan dapat menjadi landasan dalam membangun kepercayaan, kerja sama, kepedulian, dan tanggung jawab sosial,” kata Sumardi.

Dalam kegiatan tersebut, Toto Tohari, S.Th.I., M.Ag., hadir sebagai pemateri. Ia menyampaikan materi mengenai pentingnya membangun jiwa kewirausahaan sejak usia sekolah serta keberanian generasi muda dalam melihat dan memanfaatkan peluang usaha.

Toto menekankan bahwa menjadi seorang wirausaha tidak harus selalu dimulai dari usaha berskala besar. Keberanian untuk memulai, kemampuan membaca peluang, kreativitas, dan kemauan untuk terus belajar merupakan modal penting bagi pelaku usaha baru.

“Generasi muda memiliki banyak peluang untuk menjadi pelaku usaha. Yang terpenting adalah berani memulai, mampu melihat potensi yang ada di sekitar, serta terus berinovasi dalam mengembangkan ide dan peluang,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa konsep green entrepreneurship semakin relevan bagi generasi muda. Melalui pendekatan tersebut, siswa dapat mulai melihat peluang usaha dengan memanfaatkan sumber daya secara lebih bijak serta menciptakan produk maupun layanan yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Kegiatan PKM ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman siswa mengenai pentingnya nilai sosial dalam membangun usaha. Melalui konsep Islamic Social Capital, para peserta didorong untuk membangun usaha yang berlandaskan pada kepercayaan, kerja sama, kepedulian, serta tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, FEB UHAMKA berharap dapat mendorong lahirnya pelaku usaha muda dari kalangan siswa yang tidak hanya memiliki semangat kewirausahaan, tetapi juga mampu mengembangkan usaha secara inovatif dan berkelanjutan serta memiliki kepedulian terhadap sosial dan lingkungan.

Pos terkait