PENJURU.ID | Kraksaan – Rutan Kelas IIB Kraksaan Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur menghadirkan program pembinaan keagamaan sebagai bentuk pemenuhan hak warga binaan.
Salah satunya melalui kegiatan belajar mengaji yang dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesetaraan dalam pembinaan. Kegiatan ini diikuti oleh warga binaan dengan penuh antusias, sebagai sarana memperdalam pemahaman agama sekaligus membangun karakter yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan. Senin (18/05).
Kepala Rutan Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, menegaskan bahwa setiap warga binaan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pembinaan, termasuk dalam aspek spiritual.
“Belajar mengaji ini adalah bagian dari komitmen kami dalam memberikan pembinaan yang setara dan berkeadilan. Kami ingin memastikan seluruh warga binaan mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri dan memperkuat keimanan,” tutur Karutan Galih.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, M. Yasin, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan menjadi pondasi penting dalam proses perubahan perilaku.
“Kegiatan belajar mengaji ini bukan hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga membangun kesadaran, ketenangan batin, serta nilai-nilai moral yang akan menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar M. Yasin.
Kegiatan ini sebagai wujud kesetaraan hak pembinaan bagi seluruh warga binaan tanpa terkecuali. Melalui pendekatan spiritual, diharapkan tumbuh kesadaran diri, kedisiplinan, serta semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Program pembinaan keagamaan ini diharapkan semakin konsisten dan berkelanjutan, sehingga mampu mencetak warga binaan yang siap kembali ke masyarakat, juga membawa nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat. (Pras)





