PENJURU. ID | Jeneponto – Dugaan praktik penyalahgunaan BBM subsidi jenis solar kembali mencuat di SPBU 74.923.07 Tarowang, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, Sabtu (16/05/2026) sekitar pukul 11.27 Wita. Sebuah mobil Suzuki Panther bernomor polisi DD 1375 SC diduga bebas melakukan pengisian solar subsidi secara berulang menggunakan modus keluar masuk antrean.
Kendaraan yang diduga sebagai “mobil siluman” itu terpantau beberapa kali masuk ke jalur pengisian solar subsidi. Setiap selesai mengisi, mobil keluar dari area SPBU lalu kembali masuk untuk mengantre ulang demi memperoleh solar dalam jumlah lebih banyak.
Aktivitas mencurigakan itu memantik perhatian awak media yang berada di lokasi. Saat dikonfirmasi terkait dugaan adanya penampungan khusus di dalam kendaraan, pengemudi memilih bungkam dan enggan membuka kaca mobil.

Setelah kembali melakukan pengisian, kendaraan tersebut diparkir di sekitar area SPBU. Tidak lama kemudian, pengemudi bersama seorang rekannya mendatangi awak media yang sedang mendokumentasikan aktivitas pengisian berulang tersebut.
Keduanya diduga bersikap arogan dan memaksa wartawan menghapus video rekaman. Situasi di lokasi pun memanas setelah sejumlah warga yang diduga ikut terlibat sebagai pengumpul BBM subsidi ikut mendatangi awak media sambil melontarkan protes keras.
Seorang pria berinisial DG yang diduga menguasai aktivitas di SPBU tersebut bahkan terdengar berteriak dengan nada tinggi, “Kenapa Pertamina ini terus diganggu,” seolah keberatan aktivitas pengisian solar subsidi itu direkam dan dipublikasikan.
Ironisnya, pengemudi mobil DD 1375 SC yang diduga digunakan untuk mengumpulkan BBM subsidi disebut-sebut merupakan seorang kepala dusun di salah satu desa di Kecamatan Arungkeke.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga sekitar. Dugaan adanya jaringan pengumpul BBM subsidi menggunakan kendaraan tertentu dinilai semakin terang-terangan dan merugikan masyarakat kecil yang justru sering kesulitan memperoleh solar subsidi.
Publik mendesak aparat penegak hukum, Pertamina, dan instansi terkait segera turun tangan melakukan investigasi terhadap kendaraan DD 1375 SC serta menelusuri dugaan praktik penyalahgunaan distribusi BBM subsidi di wilayah Jeneponto.
Sebelumnya, media ini mengaku telah beberapa kali menyampaikan kepada Manajer SPBU Tarowang, Wahab, terkait maraknya kendaraan diduga siluman yang keluar masuk melakukan pengisian solar subsidi. Namun, Wahab disebut hanya menyampaikan akan melakukan pemantauan langsung.
Ironisnya, saat terjadi keributan dan intimidasi terhadap wartawan di area SPBU, Wahab disebut tidak keluar dari ruangannya. Kondisi itu memunculkan dugaan adanya pembiaran hingga dugaan kerja sama antara oknum pengelola SPBU dengan pihak pengumpul BBM subsidi.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Nurman Matasa menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan BBM subsidi tersebut.
“Saya perintahkan anggotaku ke lapangan untuk lidik,” tegas AKP Nurman Matasa.
Redaksi PENJURU.ID mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan, mengamankan kendaraan DD 1375 SC, serta mengusut tuntas dugaan mafia solar subsidi yang diduga beroperasi bebas di SPBU Tarowang.





