TEGAS MURSALIN, ANAK ALMARHUMAH SAKDIYAH: PERNYATAAN POLISI TIDAK SESUAI FAKTA! IBU SYOK DAN JATUH PINGSAN SAAT APARAT MASUK TANPA SURAT!

PENJURU.ID|LAMPUNG TIMUR — Suara lantang sekaligus getir keluar dari mulut Mursalin, anak kandung almarhumah Sakdiyah (69). Ia membantah keras klarifikasi resmi Polres Lampung Timur yang berusaha meluruskan kejadian, namun menurutnya justru memutarbalikkan kenyataan yang dialami keluarga secara langsung.

Dengan mata berkaca-kaca tertahan amarah dan duka, Mursalin menegaskan: penjelasan Kasat Reskrim Polres Lampung Timur Iptu Muhammad Iksir jauh dari kebenaran.

BANTANAH TEGAS: IBU JATUH PINGSAN SAAT APARAT MASUK KASAR, BUKAN SETELAH PERGI!

“Kami sekeluarga sangat kecewa mendengar ucapan polisi. Itu sama sekali tidak sesuai fakta yang kami lihat dan rasakan sendiri di dalam rumah,” tegas Mursalin saat ditemui di kediamannya, Kamis malam.

Ia mengungkapkan jelas: sebelum kedatangan aparat, Ibu Sakdiyah masih sehat, bergerak aktif seperti biasa. Ketakutan melanda seketika saat rombongan petugas masuk ke dalam rumah tanpa terlebih dahulu memperlihatkan surat tugas maupun surat perintah penangkapan yang sah.

Kedatangan yang mendadak, penuh ketegangan dan sikap kasar itulah yang memukul jiwa lansia lemah itu.

“Ibu saya kaget luar biasa, langsung jatuh pingsan saat petugas masih ada di dalam rumah! Bukan satu setengah jam sesudah mereka pergi seperti yang dikatakan polisi. Kami yang merawatnya, kami yang melihat detik kejadiannya, kami yang paling tahu kebenarannya!” serunya menahan emosi.

TUNTUT BUKTI SURAT TUGAS: JANGAN HANYA MENGATAKAN SUDAH SESUAI SOP!

Sebelumnya, Iptu Muhammad Iksir menyampaikan keterangan resmi bahwa tim gabungan Resmob, Intel dan Polsek telah menjalankan tugas sesuai Standar Operasional Prosedur, tidak ada kekerasan fisik, tidak ada tembakan, dan kondisi sudah ditenangkan sebelum meninggalkan lokasi. Disebutkan pula kematian baru terjadi 90 menit setelah tersangka dibawa pergi.

Kata-kata itu justru menambah luka bagi keluarga.

“Jangan hanya mengucap sudah jalankan SOP! Tunjukkan surat tugasnya! Tunjukkan bukti sudah memberitahu kami dengan sopan!” tantang Mursalin.

Ia mempertanyakan: mana yang disebut penanganan tenang dan kondusif jika akibat kedatangan itu nyawa ibunya melayang? Menurutnya, penilaian “kondusif” itu terasa ironis dan tidak merasakan penderitaan yang dialami keluarga yang berduka.

KELUARGA TUNTAS PENYELIDIKAN TERBUKA, JANGAN DITUTUP-TUTUPI!

Mursalin mengingatkan: kematian Sakdiyah bukan hal kecil yang bisa diluruskan dengan ucapan sepihak saja. Ia menduga kuat kelalaian dan pelanggaran prosedur yang dilakukan petugas saat menggerebek tanpa surat resmi menjadi penyebab utama syok hebat yang merenggut nyawa ibunya.

“Jangan biarkan nyawa ibu saya melayang sia-sia hanya karena aturan dilanggar demi kecepatan bertindak. Kami minta kasus ini dibuka luas, diperiksa secara jujur dan transparan, bukan hanya didengar penjelasan dari pihak yang bersangkutan sendiri,” pungkasnya.

Keluarga berharap keadilan benar-benar hadir, mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya nyawa warga yang tidak bersalah itu, sehingga tidak ada lagi lansia atau warga sipil lain yang menjadi korban kesewenang-wenangan penegakan hukum.

 

 

 

Pos terkait