PENJURU. ID | JENEPONTO – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jeneponto bersama Bagian Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Jeneponto menggelar rapat pemantapan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2026, Jumat (21/8/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Disdukcapil Jeneponto tersebut dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Jeneponto, Aspamuji. Pertemuan ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi kompetisi inovasi pelayanan publik tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2026.
Dalam kompetisi tahun ini, inovasi layanan Rewata (Rekam Cetak Warga Sampai Tuntas) milik Disdukcapil Jeneponto resmi dipilih sebagai wakil Pemerintah Kabupaten Jeneponto.
Sekda Jeneponto, Aspamuji, menegaskan keikutsertaan tersebut harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus membidik prestasi terbaik.
“Ini merupakan tahun kedua kita ikut serta. Sebelumnya, Dinas Perhubungan serta Rumah Sakit Lanto Daeng Pasewang sudah pernah berhasil menjadi finalis. Kita berharap kali ini bisa meraih hasil yang lebih optimal lagi, dan pemerintah daerah sangat siap untuk itu,” ujar Aspamuji.
Menurutnya, pemerintah daerah akan memberikan dukungan penuh terhadap inovasi yang dinilai mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kita ingin keikutsertaan tahun ini tidak sekadar ikut, tetapi mampu memberikan hasil yang membanggakan bagi Kabupaten Jeneponto,” tegasnya.
Kepala Disdukcapil Jeneponto, Mustaufiq, menjelaskan bahwa Rewata dirancang sebagai bentuk percepatan dan integrasi pelayanan administrasi kependudukan yang menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.
“Inovasi ‘Rewata’ ini merupakan bentuk akselerasi dan kolaborasi para stakeholder di lapangan. Kami menyasar warga mulai dari tingkat desa sejak lahir melalui akta kelahiran, hingga administrasi kependudukan lainnya berupa Kartu Keluarga (KK) dan KTP elektronik,” ungkap Mustaufiq.
Ia menambahkan, konsep Rewata diharapkan mampu mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan dokumen kependudukan dapat dipenuhi secara lebih cepat dan terintegrasi.
Rapat pemantapan tersebut turut dihadiri Kepala Bappeda Jeneponto Alfian Syam, Asisten Administrasi Umum Mustamin, Kepala Bagian Organisasi, Kepala UPT RSUD Pratama Rumbia, Kepala Bidang Humas, serta perwakilan Dinas Kesehatan.
Hadir pula pendamping inovasi daerah, Ramlan Rahman yang akrab disapa Rara. Kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah ini diharapkan semakin memperkuat persiapan Rewata sebelum memasuki tahapan penilaian KIPP tingkat nasional.
Dengan persiapan yang dimatangkan sejak jauh hari, Pemkab Jeneponto menargetkan Rewata tidak hanya mampu menjadi peserta, tetapi juga menembus jajaran terbaik dalam kompetisi inovasi pelayanan publik 2026.





