PENJURU.ID | JaTim – Tangguh Keris itu berasal pada prinsipnya tergantung nilai Seni Keindahanya, keris sepuh kuno mempunyai ciri khas dasar yang tidak sama dengan Keris pasca Kerajaan atau Keris Kamardikan. (22/9/2022)
Cara pembuatan Keris Kuno dengan Keris Baru atau Keris Kamardikan sangatlah berbeda. Hal itu bukan karena Empu masa kini tidak bisa membuat Keris dengan Kualitas seperti yang Kuno
tetapi, karena Empu jaman dulu membuat Keris atas Perintah Raja.
Dengan tujuan persembahan kepada kerajaan sehingga Empu jaman dulu dalam membuat sebilah Keris mempunyai sifat tanpa pamrih. Tak heran Empu jaman kuno dalam membuat keris bisa mencapai ratusan bahkan ribuan lipatan agar mancapai mutu terbaik untuk dipersembahkan pada Rajanya.
Karena Keris Kuno dibuat dengan ratusan bahkan ribuan lipatan maka, Keris Kuno jauh lebih ringan saat diTanting/ dipegang, hal itu terjadi karena ke padatan tempaan besi yang sangat padat. Semakin banyak lipatan akan semakin padat besinya dan akan semakin Ringan.
Cara membandingkan Keris baru dengan Keris pusaka kuno secara kasat mata bisa dirasakan dari bobot atau berat Tantingannya.
Dengan memperbandingan dua bilah keris bentuk yang sama misalnya saja ada keris baru dan keris kuno dengan ukuran bilah panjang 33 Cm, Lebar 3 cm, Tebal 3 mili, pesi 4 cm, silahkan keduanya diTanting. Maka, Keris Kuno akan terasa lebih ringan dari keris baru atau di istilahkan ‘Keris Kamardikan’.
Keris sepuh kuno mempunyai 3 warna yaitu: Hitam, Abu-Abu, Putih. Warna keris itu tercipta dari adanya bahan: Baja – Besi – Meteor Untuk sebilah Keris Kuno.
Selain itu, Keris Sepuh terdapat pada, “Sloroknya,” Slorok adalah, warna semburat hijau samar yang terdapat pada keris kuno.
Semburat Slorok ini akan mudah terlihat jika di bawah sinar Matahari, Sloroknya akan terlihat kilauan samar-samar berwarna hijau
“Keris Keleng” Yaitu, istilah ‘Keris tanpa Pamor’. Keris Keleng tanpa bahan Meteor hasilnya hanya terdapat dua warna saja yaitu, Keris Keleng abu-abu dan hitam.
Warna bercak putih atau pamor dihasilkan dari bahan Meteor.
Pamor keris kuno nampak lebih putih dari pamor keris Kamardikan. Perbedaan kecerahan warna pamor itu dari pengaruh bahan dasar pamor keris. Keris Kamardikan bahan pamornya biasanya dari bahan ‘Nikel’. Bahan Nikel ini di gunakan sebagai pengganti bahan Meteor yang memang sangat langka.
Untuk Keindahan dan variasi bentuk
Keris Kamardikan jauh lebih bervariasi,
tergantung kreasi seni Empu kerisnya.
Tentang keampuhan keris Kamardikanpun tergantung dari tingkat ketinggian keilmuan sang Empu pusaka, Empu pusaka keris di Era Milenial ini. Juga sangat tangguh dalam keilmuan ‘Supranatural’.
Banyak orang beranggapan bahwa,
Keris kuno pasti berkarat dan berkorosi,
pendapat itu sangat tidak benar. Ribuan keris pusaka ‘Kabuddhan kuno’, yang masih terawat utuh sampai saat ini
tanpa ada karat atau korosif.
‘KeBangsatan Bakul Keris’, perusak nilai seni per-kerisan banyak sekali Keris bikinan baru yang sengaja dibikin berKarat dengan cara culas bakul keris itu antara lain, Keris utuh itu kamu pendam didalam tanah dicampur Garam. Dalam hitungan hari pasti akan karatan ada cara extrime lagi, masukkan Kerismu ke dalam air pembersih lantai selama 7 hari maka, batang keris itu akan Hancur karatan seperti keris tua.
By. Mas Bei Abi Sapto.
(Red. Fiyan)





