Densus 88 Rangkul Dai Dan Khatib Mojokerto Cegah Radikalisme

PENJURU.ID | Mojokerto-Dalam rangka pencegahan radikalisme dan menghilangkan benih terorisme di daerah, Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto mengadakan Silaturahmi Dai dan Khotib dalam Rangka Penguatan Islam Wasathiyah untuk Indonesia Damai.

Acara yang digelar di Masjid Darussalam Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto ini diikuti sebanyak 200 orang dai dan khotib di Kabupaten Mojokerto. Tiga narasumber dihadirkan, Rais ‘Aam PBNU sekaligus selaku Ketua MUI Pusat KH Miftachul Akhyar, Komisi Fatwa MUI Jatim KH Ma’ruf Khozin hingga napiter Abu Fida.

Menurut Kanit 1 Subdit Kontra Ideologi, Densus 88 Anti Teror, AKBP Moh Dofir, S.Ag, SH, MH mengatakan, silaturahmi dai dan khatib di Kabupaten Mojokerto tersebut merupakan kegiatan yang ke 17. “Kegiatan ini salah satu pencegahan agar dai dan khotib satu persepsi supaya Indonesia Damai,” kata Moh Dofir, Kamis (22/9/2022).

Ia berharap dai dan khotib menyampaikan khotbah kepada jamaah tidak di luar khoridor Islam. Tujuannya untuk menciptakan Indonesia Damai.
Masih menurut Moh Dofir, yang namanya damai tersebut , seseorang yang tidak mempunyai sifat intoleransi dan radikalisme.
“Itu yang kita antisipasi. Dua sifat ini, tidak ada dalam diri kita, insya Allah diri kita damai dan masyarakat juga damai. Hal ini harus didukung semua instansi terkait baik para dai, para khotib dan masyarakat supaya kita ini satu kesatuan. Jangan sampai pecah belah,” sambung Moh Dofir.

Lebih lanjut, Moh Dofir menjelaskan, ajaran Islam Wasathoniyah di Bumi Nusantara ini diharapkan agar terus disampaikan dalam setiap khotbah. Wasathoniyah sendiri adalah ajaran Islam yang mengarahkan umatnya agar adil, seimbang, bermaslahat dan proporsional. Ajaran ini sering disebut dengan kata ‘moderat’ dalam semua dimensi kehidupan.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kabupaten Mojokerto, Nugraha Budi Sulistiya mewakili Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengucapkan terima kasih Kabupaten Mojokerto menjadi atensi dari Densus 88 Anti Teror.
“Data dari BNPT, index kerawanan terorisme, Kabupaten Mojokerto nomor 3 di Indonesia. Yakni setelah Depok dan Solo,” ujar Nugraha.

Lebih lanjut Nugraha menyampaikan, Mojokerto menjadi daerah penyuplai faham radikalisme, indikator tersebut mengarah ke sana. Sehingga Silaturahmi Bersama Dai dan Khotib dalam Rangka Penguatan Islam Wasathiyah untuk Indonesia Damai yang digelar Densus 88 Anti Teror diharapkan bisa mencegah radikalisme yang menjadi benih terorisme di Kabupaten Mojokerto.

Selain itu, Densus 88 Anti Teror juga memberikan buku khotbah yang isinya agar menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan khutbah yang menyejukkan.
Turut hadir Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Barozi.

(Red/Nanang H)

Pos terkait