Lestarikan Warisan Leluhur, Majelis Adat Karaeng Tarowang Undang Kajari Jeneponto Secara Adat

PENJURU. ID | JENEPONTO – Majelis Adat Karaeng Tarowang bersama keluarga besar kembali melanjutkan tradisi ammuntuli/abburitta dengan mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto untuk menyampaikan undangan secara adat kepada Kepala Kejaksaan Negeri Jeneponto, Akhmad Heru Prasetyo, S.H., M.H., agar berkenan menghadiri Pesta Adat Je’ne-Je’ne Sappara Tahun 2026.

Kedatangan rombongan Majelis Adat disambut hangat oleh Kajari Jeneponto. Prosesi penyampaian undangan berlangsung penuh khidmat sebagai wujud penghormatan masyarakat adat kepada tamu kehormatan, sekaligus menjadi bagian dari upaya melestarikan tradisi dan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Ketua Bidang Pelestarian Adat dan Budaya Majelis Adat Karaeng Tarowang, Amdy Safri Karaeng Daming, mengatakan bahwa ammuntuli/abburitta merupakan tradisi yang memiliki makna mendalam dalam kehidupan masyarakat adat Jeneponto.

“Kami hadir untuk menyampaikan undangan secara adat kepada Bapak Kajari sebagai bentuk penghormatan. Tradisi ammuntuli/abburitta adalah warisan leluhur yang terus kami jaga agar tetap hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat Jeneponto,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pesta Adat Je’ne-Je’ne Sappara bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara masyarakat adat dengan unsur pemerintah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Jeneponto, Akhmad Heru Prasetyo, S.H., M.H., mengapresiasi kedatangan Majelis Adat Karaeng Tarowang yang tetap menjaga tradisi dalam menyampaikan undangan secara langsung.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada kami. Tradisi seperti ini merupakan kekayaan budaya yang patut dijaga dan dilestarikan. Semoga Pesta Adat Je’ne-Je’ne Sappara Tahun 2026 berjalan lancar, sukses, dan semakin memperkuat persatuan serta kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah,” ujar Kajari Jeneponto.

Pesta Adat Je’ne-Je’ne Sappara 2026 berlangsung selama tujuh hari, mulai 23 hingga 29 Juli 2026, dan menjadi salah satu agenda budaya tahunan masyarakat Kecamatan Tarowang yang sarat akan nilai sejarah, adat istiadat, serta kearifan lokal.

Pos terkait