Semarakkan Harkopnas Ke-79, DKPPP Kota Probolinggo Gelar GPM di Halaman Kantor Satpol PP

PENJURU.ID | Probolinggo – Dalam rangka menyemarakkan Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tahun 2026, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Satpol PP Kota Probolinggo, Jalan Panglima Sudirman, Selasa (28/7) sore. Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang telah memadati area stan bahkan sebelum penjualan dimulai.

Beragam kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Komoditas yang dipasarkan meliputi beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp57.000, Minyakita kemasan 2 liter Rp31.000, gula pasir Rp15.500 per kilogram, bawang merah, bawang putih, telur puyuh, telur ayam broiler, tepung terigu, mi instan, tomat, dan cabai.

Kepala DKPPP Kota Probolinggo, Fitriawati, mengatakan pelaksanaan GPM kali ini menggandeng Pabrik Gula Wonolangan untuk memenuhi kebutuhan gula pasir. Sementara komoditas seperti bawang merah, cabai, dan telur puyuh merupakan hasil panen petani lokal binaan DKPPP, sedangkan komoditas lainnya dipasok dari distributor besar di Kota Probolinggo.

“Gerakan Pangan Murah akan terus kami hadirkan dalam berbagai kegiatan Pemerintah Kota Probolinggo. Langkah ini merupakan upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok, menekan laju inflasi daerah, sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Fitriawati.

Khusus pada pelaksanaan GPM dalam rangka Harkopnas tahun ini, DKPPP menyiapkan tiga komoditas yang paling banyak diminati masyarakat, yakni Minyakita sebanyak 360 liter dalam kemasan 2 liter, telur ayam broiler sebanyak 50 kilogram, serta gula pasir sebanyak 100 kilogram.

Salah seorang warga Kelurahan Curahgrinting, Suhara (60), mengaku sengaja datang untuk membeli kebutuhan pokok yang dijual dengan harga lebih murah. Menurutnya, program tersebut sangat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga, terlebih ia juga memiliki usaha warung makan.

“Harga sembako di sini lebih murah dibandingkan di pasaran. Ini sangat membantu karena bisa menghemat pengeluaran rumah tangga sekaligus menekan biaya operasional warung makan yang saya kelola. Selisihnya bisa digunakan untuk kebutuhan keluarga yang lain,” tutur Suhara.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, yang meninjau langsung pelaksanaan GPM. Ina tampak menyapa masyarakat yang memadati stan penjualan serta membagikan sejumlah kemasan minyak goreng kepada pengunjung yang hadir.

Ina menilai Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Kota Probolinggo dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap mudah dijangkau.

“Gerakan Pangan Murah diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Semoga kegiatan seperti ini terus dimanfaatkan dengan baik sehingga kesejahteraan masyarakat Kota Probolinggo semakin meningkat,” kata Ina Dwi Lestari. (Pras)

Pos terkait