Penjuru.id |Pesisir Barat – Musibah kebakaran kembali terjadi di Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat. Peristiwa yang menghanguskan dua unit rumah serta menyebabkan satu rumah lainnya terdampak itu kembali menjadi pengingat akan pentingnya kehadiran Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) yang berada lebih dekat dengan masyarakat.
Selama ini, setiap kali terjadi kebakaran di wilayah Kecamatan Bangkunat, proses penanganan kerap terkendala karena keterbatasan armada pemadam kebakaran serta jauhnya lokasi Unit Damkar dari titik kejadian. Mobil pemadam harus menempuh perjalanan sekitar dua jam atau lebih untuk tiba di lokasi, sehingga api sering kali telah membesar dan sulit dikendalikan.
Kondisi tersebut mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit. Dalam peristiwa kebakaran terbaru ini, dua rumah dilaporkan hangus terbakar, sementara satu rumah lainnya turut terdampak. Warga setempat hanya dapat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan datang.
Melihat kondisi tersebut, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan pelayanan penanggulangan kebakaran di Kecamatan Bangkunat. Pengadaan Unit Damkar lengkap dengan armada, peralatan, dan personel dinilai sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.
Masyarakat juga meminta agar Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, Pemerintah Kecamatan Bangkunat, DPRD Kabupaten Pesisir Barat, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta seluruh instansi terkait menjadikan pembangunan pos dan pengadaan Unit Damkar di Kecamatan Bangkunat sebagai salah satu prioritas dalam peningkatan pelayanan publik.
Menanggapi kondisi tersebut, Lawyer Muda Lampung, Muzirwan, S.H., menilai bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan pelayanan dasar bagi masyarakat, termasuk layanan penanggulangan kebakaran.
“Musibah kebakaran tidak bisa diprediksi, namun mitigasi dan kesiapsiagaan merupakan tanggung jawab pemerintah. Apabila suatu wilayah memiliki tingkat kerawanan yang tinggi, sementara akses terhadap layanan pemadam kebakaran sangat jauh hingga membutuhkan waktu berjam-jam, maka sudah sepatutnya pemerintah melakukan evaluasi dan mengambil langkah konkret dengan menghadirkan Unit Damkar yang lebih dekat dengan masyarakat. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama,” ujar Muzirwan, S.H.
Menurut Muzirwan, keberadaan Unit Damkar di Kecamatan Bangkunat bukan hanya persoalan pembangunan fasilitas, tetapi juga merupakan bentuk perlindungan negara terhadap hak masyarakat untuk memperoleh rasa aman dan pelayanan publik yang cepat dalam situasi darurat.
“Setiap menit dalam peristiwa kebakaran sangat berharga. Keterlambatan penanganan dapat mengakibatkan kerugian yang jauh lebih besar, bahkan berpotensi menimbulkan korban jiwa. Karena itu, kami berharap Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat bersama seluruh pemangku kepentingan segera merealisasikan pengadaan Unit Damkar di Kecamatan Bangkunat sebagai bentuk komitmen nyata dalam melindungi masyarakat,” tambahnya.
Dalam situasi darurat kebakaran, setiap menit sangat menentukan. Keterlambatan respons dapat menyebabkan api semakin meluas hingga menghanguskan rumah, harta benda, bahkan mengancam keselamatan jiwa masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan Unit Damkar yang lebih dekat bukan hanya bertujuan mempercepat pemadaman api, tetapi juga menjadi bentuk nyata perlindungan negara terhadap keselamatan warganya.
Masyarakat berharap musibah kebakaran yang terus berulang tidak lagi berakhir dengan kerugian besar akibat lambatnya waktu respons. Sudah saatnya Kecamatan Bangkunat memperoleh pelayanan pemadam kebakaran yang cepat, layak, dan memadai.
Harapan tersebut bukan sekadar keluhan, melainkan permintaan akan perhatian nyata, langkah konkret, dan tindak lanjut yang jelas dari seluruh pemangku kepentingan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan pelayanan publik.



