Diiringi Tunrung Tallua, Majelis Adat Karaeng Tarowang Jemput Kehormatan Kapolres Jeneponto Lewat Tradisi Ammuntuli

0-4096x3072-0-0-{}-0-24#

PENJURU. ID | JENEPONTO – Majelis Adat Karaeng Tarowang bersama keluarga besar mendatangi Mapolres Jeneponto untuk bertemu langsung dengan Kapolres dalam rangka ammuntuli/abburitta, yakni tradisi adat masyarakat Jeneponto yang bermakna menyampaikan undangan secara langsung kepada tamu kehormatan.

Prosesi penyampaian undangan tersebut diawali dengan sambutan gendang adat yang dikenal dengan istilah Tunrung Tallua, sebagai bagian dari ritual pangngadakkan yang melambangkan penghormatan kepada tamu yang diundang. Tradisi ini menjadi salah satu warisan budaya yang masih terus dijaga oleh masyarakat adat Karaeng Tarowang.

Sekretaris Majelis Adat, Suhardiman Karaeng Ngamba, hadir bersama Ketua Bidang Pelestarian Adat dan Budaya, Amdy Safri Karaeng DamingMustamin Karaeng Kulle selaku Penasehat Dewan Adat, serta sejumlah anggota majelis adat lainnya. Kehadiran mereka bertujuan mengundang Kapolres Jeneponto untuk menghadiri Pesta Adat Je’ne-Je’ne Sappara Tahun 2026.

Ketua Bidang Pelestarian Adat dan Budaya, Amdy Safri Karaeng Daming, mengatakan bahwa ammuntuli/abburitta merupakan tradisi turun-temurun yang mencerminkan penghormatan masyarakat adat kepada para tamu kehormatan sebelum pelaksanaan pesta adat.

“Tradisi ammuntuli/abburitta dengan iringan Tunrung Tallua adalah simbol penghormatan masyarakat adat kepada tamu yang kami undang. Ini merupakan warisan budaya leluhur yang terus kami lestarikan agar tetap hidup di tengah masyarakat,” ujarnya, Senin (27/07/2016)

‎Ia menambahkan, selain Kapolres Jeneponto, Majelis Adat Karaeng Tarowang bersama keluarga besar juga akan menyampaikan undangan adat kepada Bupati Jeneponto, Dandim 1425/Jeneponto, dan Kepala Kejaksaan Negeri Jeneponto, Keta PN Jeneponto, Ketua DPRD Jeneponto, sebagai bentuk penghormatan dalam pelaksanaan pesta adat.

Pesta Adat Je’ne-Je’ne Sappara 2026 sendiri berlangsung selama tujuh hari, mulai 23 hingga 29 Juli 2026, dan menjadi agenda budaya tahunan yang sarat nilai sejarah, tradisi, serta mempererat silaturahmi antara masyarakat adat dan pemerintah.

‎Kapolres Jeneponto, AKBP Haryo Basuki menyambut baik kedatangan rombongan Majelis Adat Karaeng Tarowang dan menyampaikan apresiasi atas undangan yang disampaikan melalui prosesi adat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada kami melalui tradisi adat ammuntuli/abburitta. Polres Jeneponto sangat menghargai pelestarian budaya lokal dan siap mendukung kegiatan yang memperkuat persatuan, kebersamaan, serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal di Kabupaten Jeneponto,” ujar Kapolres Jeneponto.

Pos terkait