PENJURU.ID I KABUPATEN BEKASI – Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi berkomitmen kuat mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas di bidang agribisnis. Komitmen ini diwujudkan melalui kunjungan kerja ke Sekretariat HWDI Kabupaten Bekasi dan Rumah Pemberdayaan Yayasan DISPROMAN Indonesia di Kampung Selang, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, pada Jumat (28/8/2026).
Kunjungan tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, antara lain: Halipi Hazizan, S.Pt, MM (Ketua Tim Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura dan Perkebunan), Rahadian Fachrudin, S.Pt (Ketua Tim Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Hortikultura dan Perkebunan), Dede Kuswandi (Operator Layanan Operasional BPP Kecamatan Cikarang Timur). Kedatangan tim disambut langsung oleh Ketua HWDI Kabupaten Bekasi sekaligus Founder Yayasan DISPROMAN Indonesia, Rani Mei Lestari, beserta jajaran pengurus.
Pembentukan KWT Khusus Disabilitas
Agenda utama pertemuan ini adalah membahas rencana pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT) khusus Penyandang Disabilitas. Program ini bertujuan membekali penyandang disabilitas dan keluarga pendamping dengan keterampilan pertanian, peternakan, dan perkebunan demi menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga.
Ketua Tim Perbenihan dan Perlindungan Tanaman, Rahadian Fachrudin, menyatakan kesiapan pihaknya dalam memberikan pendampingan teknis secara berkelanjutan.
“Program ini akan kami dampingi secara terarah, mulai dari teknik budidaya, perbenihan, hingga perlindungan tanaman. Tim penyuluh dari BPP Cikarang Timur juga akan turun langsung ke lapangan,” ujar Rahadian.
Fokus pada Pengolahan dan Pemasaran
Dari sisi pascaproduksi, Halipi Hazizan menekankan pentingnya aspek pengolahan agar hasil panen memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
“Kami akan memberikan pelatihan pengolahan hasil hortikultura dan perkebunan, sekaligus memfasilitasi pemasarannya. Tujuannya agar produk KWT Disabilitas ini memiliki nilai jual dan meningkatkan pendapatan anggota,” jelas Halipi.
Merespons dukungan tersebut, Rani Mei Lestari menegaskan bahwa pemberdayaan disabilitas harus dilakukan secara inklusif dan gotong royong.
“Kami ingin membangun ekosistem di mana penyandang disabilitas dan keluarga pendamping punya keterampilan dan penghasilan sendiri. Kami juga mengajak lembaga, institusi, perusahaan, hingga masyarakat luas untuk bersama-sama mendukung program ini,” kata Rani.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi model percontohan pemberdayaan inklusif di Kabupaten Bekasi dalam memperkuat ekonomi keluarga dan mewujudkan ketahanan pangan berbasis komunitas.
Narahubung Media:
Nama: Rani Mei Lestari
Jabatan: Ketua HWDI Kabupaten Bekasi / Founder Yayasan DISPROMAN Indonesia
Kontak WA: 085692818818





