Mantan Ketua GP Ansor Bekasi Soroti Dinamika Pilkades Karangasih

PENJURU.ID I KABUPATEN BEKASI – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi yang akan digelar serentak pada tahun 2026 mulai menyita perhatian publik.
Salah satu sorotan datang dari mantan Ketua GP Ansor Kabupaten Bekasi, Ahmad Tetuko Taqiyuddin, atau yang akrab disapa Baba Atet.

Saat ditemui di kediamannya di Karangasih pada Rabu (17/6/2026), Baba Atet membagikan pandangannya mengenai dinamika kontestasi Pilkades Karangasih. Ia memprediksi ajang ini akan diikuti oleh tiga kandidat kuat, yaitu Rudi Rochman, Samsu Dawam, dan Abun Nurhasan.

Bacaan Lainnya

Menurut Baba Atet, ketiga figur tersebut merupakan putra-putra terbaik Desa Karangasih yang memiliki hak setara untuk maju dan mendapatkan dukungan warga.

“Saya ketiga calon ini adalah putra terbaik Karangasih. Mereka punya niat dan semangat untuk mengabdi. Karena itu, jangan sampai ada yang saling menjatuhkan atau menjelekkan satu sama lain,” ujar Atet.

Sambil berseloroh penuh makna, ia menegaskan akan berdiri di garda terdepan jika ada pihak yang melakukan serangan personal atau kampanye hitam terhadap para kandidat.

“Kalau ada yang menjelek-jelekkan mereka tanpa alasan yang benar, nanti berhadapan dengan Baba Atet,” guraunya sembari tersenyum.

Mengenai arah dukungan, Atet menyerahkan sepenuhnya pilihan kepada masyarakat berdasarkan hati nurani dan penilaian objektif masing-masing.

“Soal memilih siapa, itu kembali kepada hati nurani masyarakat. Silakan menilai siapa yang dianggap paling layak memimpin Karangasih ke depan,” tuturnya.

Meski bersikap netral secara umum, Atet tidak menampik adanya kedekatan historis dengan salah satu bakal calon, yakni Rudi Rochman. Keduanya diketahui tumbuh besar di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai sesama kader Nahdliyin.

Ia membeberkan bahwa Rudi Rochman memiliki rekam jejak pendidikan pesantren yang panjang. Rudi pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Roudhotul Ihsan (Lebak Ciwaringin, Cirebon) di bawah asuhan KH Mudzakir Ihsan, serta Pondok Pesantren Masyariqul Anwar (Babakan Ciwaringin, Cirebon) di bawah bimbingan KH Makhtum Hanan.

Pendidikan formal Rudi ditempuh di MA Modern Abu Manshur (Trusmi, Plered, Cirebon). Ia juga sempat belajar di Pondok Pesantren Wahid Hasyim (Ciganjur, Jakarta Selatan) yang didirikan oleh Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Sementara itu, Babah Atet sendiri saat ini masih aktif sebagai pengurus DPW GP Ansor Provinsi Jawa Barat.

Lebih lanjut, Atet menilai Rudi Rochman memiliki visi yang konkret untuk membawa perubahan positif. Gagasan bertajuk “Desa Karangasih Istimewa: Maju, Bersih, Sejahtera” dinilai lahir dari kepedulian nyata terhadap masa depan warga.

“Saya melihat Rudi Rochman memiliki visi yang kuat untuk menjadikan Karangasih sebagai desa yang maju, bersih, dan sejahtera. Niatnya untuk mengabdi dan membangun desa sangat besar,” ungkapnya.

“Saya meyakini niat tulusnya untuk berbakti tidak perlu diragukan lagi. Saya berani menjamin keinginan menghadirkan ‘Karangasih Bahagia’ itu benar-benar lahir dari hati,” tambahnya.

Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa kemenangan dalam Pilkades tidak bisa bersandar pada figur semata, melainkan juga hasil kerja keras tim pemenangan serta relawan di lapangan. Ia pun berpesan agar seluruh pendukung Rudi Rochman tetap solid dan mengedepankan kampanye positif hingga hari pencoblosan.

“Kalau ingin melihat Rudi Rochman menjadi Kepala Desa Karangasih, maka relawan dan tim pemenangan harus bekerja sungguh-sungguh, tetap solid, menjaga persatuan, dan terus menyampaikan gagasan positif kepada masyarakat,” tegasnya.

Bagi Atet, Pilkades bukan sekadar ajang perebutan kekuasaan politik, melainkan momentum penting untuk melahirkan pemimpin yang mampu menyejahterakan dan membahagiakan seluruh warga Desa Karangasih.

Pos terkait