Holiday Inn Cikarang Jababeka, HWDI dan Disproman Indonesia Dorong Hospitality Inklusif

PENJURU.ID | KABUPATEN BEKASI – Holiday Inn Cikarang Jababeka berkolaborasi dengan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kabupaten Bekasi dan Yayasan Disabilitas Produktif dan Mandiri (Disproman) Indonesia menggelar kegiatan Inclusive Hospitality Day.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman tentang disabilitas sekaligus mendorong terciptanya lingkungan industri hospitality yang lebih inklusif, ramah, dan setara. Acara digelar di Granada Meeting Room, Hotel Holiday Inn Jababeka Cikarang, Kamis (3/9/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut diisi dengan sejumlah agenda, mulai dari sharing session, hotel tour, hingga simulasi pengalaman disabilitas. Melalui kegiatan ini, sekitar 30 peserta diajak memahami secara langsung berbagai kebutuhan serta tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas ketika mengakses layanan hospitality.

Para peserta juga melihat secara langsung berbagai fasilitas dan kamar yang diperuntukkan bagi tamu dengan kebutuhan disabilitas. Simulasi tersebut diharapkan dapat membangun empati sekaligus meningkatkan pemahaman staf hotel dalam memberikan pelayanan, pendampingan, maupun bantuan sesuai kebutuhan setiap tamu.

Perwakilan Holiday Inn Cikarang Jababeka, Yudi, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan awareness dan membangun empati karyawan terhadap penyandang disabilitas.

“Selain meningkatkan pemahaman internal, Inclusive Hospitality Day juga menjadi momentum untuk membangun hubungan positif antara pihak hotel dan komunitas disabilitas,” ujar Yudi.

Menurutnya, pemahaman mengenai kebutuhan penyandang disabilitas sangat penting agar pelayanan yang diberikan kepada tamu dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan HWDI dan Yayasan Disproman Indonesia diharapkan tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan, termasuk membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas di industri perhotelan.

“Melalui Inclusive Hospitality Day, Holiday Inn Cikarang Jababeka bersama HWDI dan Yayasan Disproman Indonesia dapat mendorong terciptanya industri hospitality yang tidak hanya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh tamu, tetapi juga memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dan berkarya,” terangnya.

Di tempat yang sama, Ketua HWDI Kabupaten Bekasi sekaligus Ketua Yayasan Disabilitas Produktif dan Mandiri (Disproman) Indonesia, Rani Mei Lestari, mengatakan kegiatan tersebut juga diisi dengan sosialisasi mengenai disabilitas.

Materi yang diberikan antara lain pengenalan ragam disabilitas hingga cara memberikan pelayanan yang tepat kepada tamu dengan kebutuhan yang berbeda.

“Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada program penempatan tenaga kerja disabilitas di lingkungan perhotelan, tetapi juga mencakup berbagai kegiatan lain yang mendukung terciptanya lingkungan hotel yang ramah dan inklusif bagi penyandang disabilitas,” ucap Rani.

Salah satu fokus utama dalam kolaborasi tersebut adalah membuka akses lapangan pekerjaan bagi penyandang disabilitas di sektor perhotelan.

Menurut Rani, jika setiap hotel memberikan sedikitnya satu persen kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas, maka akan semakin banyak penyandang disabilitas yang mendapatkan kesempatan untuk bekerja dan mandiri.

“Kalau setiap hotel minimal membuka satu persen kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas, tentu akan banyak teman-teman disabilitas yang terbantu. Bahkan, manfaatnya bukan hanya dirasakan satu orang, tetapi juga keluarganya,” ujar Rani.

Ia menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan dan kompetensi yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dunia kerja. Karena itu, penempatan tenaga kerja disabilitas tidak dilakukan sekadar untuk memenuhi kuota, melainkan berdasarkan kompetensi dan keterampilan masing-masing kandidat.

“Jadi tidak serta-merta HWDI dan Yayasan Disproman Indonesia memaksakan satu perusahaan menerima penyandang disabilitas. Kami akan memilih dan merekomendasikan kandidat sesuai kompetensi serta kebutuhan perusahaan,” jelasnya.

Rani berharap Holiday Inn Cikarang Jababeka dapat menjadi salah satu pelopor hotel di Kabupaten Bekasi dalam memberikan kesempatan kerja kepada penyandang disabilitas. Ke depan, ia berharap langkah serupa dapat diikuti oleh hotel-hotel lainnya.

Selain membuka peluang kerja, kolaborasi tersebut juga akan dikembangkan melalui berbagai kegiatan dan event yang dapat dilaksanakan di Holiday Inn. Salah satunya adalah rencana memperingati Hari Disabilitas Internasional pada Desember mendatang.

“Salah satu program yang tengah direncanakan adalah kegiatan staycation atau liburan bersama penyandang disabilitas di Hotel Holiday Inn. Karena Holiday Inn dinilai telah memiliki fasilitas dan akses yang mendukung kenyamanan tamu dengan beragam kebutuhan disabilitas,” tutup Rani.

Program pemberdayaan tersebut juga didukung melalui kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan. Para penyandang disabilitas sebelumnya mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan sebelum memasuki dunia kerja.

Salah satunya melalui pelatihan barista yang dilaksanakan selama lebih dari satu bulan. Pelatihan tersebut menghasilkan sertifikat resmi, termasuk sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Ke depan, kandidat penyandang disabilitas akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kompetensi pada masing-masing bidang pekerjaan, seperti housekeeping, kitchen, food and beverage (F&B), maupun frontliner.

Kolaborasi Holiday Inn Cikarang Jababeka bersama HWDI dan Yayasan Disproman Indonesia diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem kerja yang lebih inklusif sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berkarya, berkembang, dan hidup mandiri.

Pos terkait