PENJURU.ID | KABUPATEN BEKASI – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bekasi menggelar audiensi resmi ke Sekretariat Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kabupaten Bekasi di Perum Griya Hegar Asri, Kecamatan Cikarang Pusat, Kamis (16/7/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat program sosialisasi pengawasan partisipatif bagi penyandang disabilitas. Langkah strategis ini diambil guna memastikan kelompok disabilitas mendapatkan akses informasi pemilu yang setara dan inklusif.
Ketua HWDI Kabupaten Bekasi, Rani Mei Lestari, menyambut langsung kunjungan tersebut. Rani menyampaikan bahwa HWDI aktif mendorong keterlibatan penyandang disabilitas dalam agenda sosial serta edukasi kepemiluan. Menurutnya, inklusi bukan hanya soal akses fisik, melainkan juga pemberian kesempatan yang sama untuk menjadi pengawas partisipatif.
HWDI menyatakan siap berkolaborasi dalam menyusun materi sosialisasi dan mendampingi komunitas di tingkat kabupaten.
“Penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berperan sebagai pengawas partisipatif, penyampai aspirasi, dan bagian dari ekosistem demokrasi yang sehat,” ujar Rani.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Bawaslu Kabupaten Bekasi, H. Syahroji, memaparkan komitmen lembaganya untuk memperluas jangkauan edukasi pemilu kepada kelompok rentan.
Syahroji menegaskan bahwa partisipasi aktif penyandang disabilitas sangat penting demi mewujudkan pemilu yang adil dan transparan. Oleh karena itu, Bawaslu membuka ruang kolaborasi untuk pelatihan dan forum diskusi yang aksesibel.
“Partisipasi aktif penyandang disabilitas merupakan bagian integral dari upaya mewujudkan pemilu yang berkeadilan, transparan, dan akuntabel,” ungkap Syahroji.
Pertemuan tersebut menghasilkan empat poin kesepahaman utama:
-Kolaborasi penyusunan materi sosialisasi yang ramah disabilitas.
-Rencana edukasi kepemiluan di lingkungan komunitas HWDI Kabupaten Bekasi.
-Komitmen keterlibatan disabilitas dalam pengawasan partisipatif pemilu.
-Pemetaan kebutuhan aksesibilitas untuk mendukung kegiatan pengawasan.
Sinergi antara Bawaslu dan HWDI Kabupaten Bekasi ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan pemilu yang inklusif dan responsif, sekaligus memperkuat demokrasi lokal yang setara.
