GMBQ Probolinggo Antar Wakaf Al-Qur’an ke TPQ Nurul Jadid 2 Blado Kulon

PENJURU.ID | Probolinggo – Mentari Minggu (26/4/2026) pagi, menjadi saksi langkah Gerakan Media Berbagi Al-Qur’an (GMBQ) menjejak Desa Blado Kulon. Tujuan mereka jelas, menyerahkan wakaf mushaf Al-Qur’an untuk santri di TPQ Nurul Jadid 2, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo.

Ketua GMBQ B. Prasojo memimpin langsung jalannya penyaluran. Ia tidak datang sendiri. Sekretaris GMBQ Septyan Dwi Cahyo, Humas GMBQ Saila Al Arim, serta partisipan turut turun ke lapangan, memastikan mushaf sampai ke penerima manfaat.

Ustadz Ahmad Taufiq, Ketua TPQ Nurul Jadid 2, menyambut GMBQ di beranda utama. Ia mengaku sudah lama menantikan bantuan mushaf karena jumlah santri saat ini sudah sejumlah 27 anak dan kemungkinan kedepannya bakal terus bertambah, sementara Al-Qur’an yang tersedia belum mencukupi.

Semua mushaf yang diserahkan pagi itu murni berasal dari titipan donatur GMBQ. Sejak berdiri pada 2022, GMBQ memang memosisikan diri sebagai jembatan amanah menerima dari para dermawan, menyalurkan ke lembaga yang membutuhkan.

“Kami tidak membawa apa-apa selain titipan. Tugas kami hanya mengantar,” ucap B. Prasojo saat membuka sambutan singkat ke Ketua TPQ.

Prasojo menegaskan, GMBQ akan terus bergerak menyisir TPQ, musholla, masjid, hingga rumah tahfidz di Probolinggo dan sekitarnya. Baginya, wakaf mushaf adalah ikhtiar kecil yang dampaknya panjang. amal jariyah yang tak putus meski pewakaf telah tiada.

“Yang kami antar hari ini bukan sekadar kertas dan tinta. Ini semangat. Semoga menjadi pelita bagi santri TPQ Nurul Jadid 2 untuk menghafal, mengkaji, lalu mengamalkan Al-Qur’an,” tambah B. Prasojo.

Ustadz Ahmad Taufiq menyampaikan di hadapan tim GMBQ, ia bercerita bahwa kegiatan mengaji sering tersendat karena satu mushaf dipakai empat sampai lima santri secara bergantian.

“Alhamdulillah, terima kasih GMBQ dan semua donatur. Anak-anak kami kedepannya bisa lebih fokus. Tidak perlu lagi menunggu giliran baca. Semoga Allah ganti dengan kebaikan berlipat,” ujar Ustadz Ahmad Taufiq.

Setelah penyerahan simbolis, kegiatan berlanjut dengan diskusi santai. Pengurus TPQ dan tim GMBQ duduk melingkar, bertukar cerita soal tantangan mengajar Al-Qur’an di desa serta ide kolaborasi ke depan. Obrolan hangat itu tidak menutup jarak antara pemberi dan penerima manfaat.

GMBQ sendiri dikenal sebagai gerakan sosial yang menitikberatkan transparansi. Setiap penyaluran selalu dicatat, difoto, dan dilaporkan kepada publik serta donatur. Prinsip itu mereka pegang untuk menjaga kepercayaan yang sudah dibangun sejak 2022.

Sementara itu, Humas GMBQ Saila Al Arim mengajak masyarakat secara luas untuk berkontribusi aktif dalam penyaluran mushaf melalui wakaf Al – Qur’an yang dijalankan oleh Komunitas GMBQ. Ia membuka peluang bagi siapa pun yang ingin ikut menanam pahala lewat wakaf mushaf.

“Nominalnya tidak memberatkan. Mulai Rp 25.000,- sudah bisa untuk Al-Qur’an ukuran kecil, dan Rp 75.000,- untuk Al-Qur’an besar. Setiap huruf yang dilantunkan santri, insyaallah menjadi pahala yang terus mengalir untuk pewakaf,” jelas Saila.

Saila menambahkan, keterbukaan adalah kunci gerakan mereka. Karena itu, seluruh proses sejak pengumpulan hingga distribusi selalu diunggah ke kanal resmi GMBQ.

“Bagi yang ingin melihat dokumentasinya, silakan pantau Akun Facebook Dokumentasi Kegiatan Gmbq dan TikTok @gmbq_kotakab.probolinggo. Di sana semua jejak kebaikan kami publikasikan,” tutup Saila.

Pos terkait