PENJURU.ID | Probolinggo – Dalam rangka menstabilkan harga minyak goreng dipasaran, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) menggelar kembali Operasi Pasar di 7 titik.
Lokasi yang menjadi Operasi Pasar tersebut diantaranya tersebar di 5 Kantor Kecamatan se Kota Probolinggo, Pasar Gotong Royong dan Pasar Kronong Mayangan, Kamis (24/02/2022) pagi.
DKUPP bersama bulog setempat menggelontorkan sebanyak 6000 liter untuk giat operasi pasar hari ini dengan masing-masing kecamatan mendapatkan 1000 liter, sedangkan pasar Kronong dan Pasar Gotong Royong masing-masing mendapat jatah 500 liter.
Irna (36) seorang ibu runah tangga merasa senang setelah mendapatkan minyak goreng seharga Rp 13.500,-/liter hanya dengan menunjukan foto copy KTP. Dirinya Mengaku selama ini merasa kesulitan membeli minyak goreng seharga tersebut.
“Senang mas, walaupun hanya dibatasi pembelian 2 liter per orang, namun sudah bisa membantu saya untuk keperluan dapur dirumah,” ungkapnya dengan menunjukan minyak goreng yang dibawanya.
Sementara itu Kepala DKUPP Kota Probolinggo, Fitriawati menyampaikan bahwa operasi pasar merupakan giat kedua kalinya.
“Pemerintah akan selalu mengupayakan untuk mempermudah masyarakat, kami terus bekerja sama dengan para produsen langsung mengatasi kelangkaan minyak goreng,” jelas Fitri – panggilan akrabnya.
Sedangkan, Setiorini Sayekti, Asisten Perekonomian dan Pembangunan menambahkan, pemerintah tidak tinggal diam melihat kesulitan masyarakat mencari minyak goreng dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) apalagi menjelang puasa dan lebaran.
“Pasti kebutuhan masyarakat meningkat ya. Kita upayakan untuk menembus langsung jalur ke produsennya, perusahaan langsung yang memproduksi minyak goreng untuk membantu kita dalam operasi pasar ini. Kita memang tidak bisa sekaligus melayani permintaan masyarakat, tapi bertahap akan ada operasi pasar seperti ini ke depannya,” terangnya.
(Prasojo)





