PENJURU.ID | Aceh Timur – Ada bukti rekaman video atas apa ucapan dan rencana tindakan yang akan dilakukan Aswadi, selaku Sekdes Peukan Idi Cut kepada masyarakatnya sendiri yaitu, Muzakir dan juga kuasa hukum Muzakir yaitu, Advokat T.M Luqmanul Hakim S.H, M.H.
Muzakir dan keluarganya kini merasa terganggu ketentraman dan keselamatan jiwanya, juga merasa trauma dan tidak nyaman atas ancaman yang dilakukan oleh Aswadi.
Luqmanul Hakim mengatakan, klien saya dan keluarganya kini merasa terganggu ketentraman dan keselamatan jiwanya, atas ancaman yang dilontarkan Aswadi.
“Bukti video ada, Aswadi selaku Sekdes yang seharusnya menjadi contoh yang baik dan mengayomi masyarakatnya, malahan melakukan pengancaman terhadap warga masyarakatnya sendiri,” ujar Luqmanul Hakim.
Menurutnya, atas ucapan pengancaman Aswadi kepada Muzakir, harus ada teguran keras dari atasannya yaitu Kepala Desa, Camat dan Bupati Aceh Timur. Juga, kami sudah melaporkan Aswadi kepada pihak berwajib Polres Aceh Timur, Polda Aceh dengan tanda bukti laporan yaitu, Surat Tanda Terima Bukti Laporan Pengaduan, Nomor Reg / 02 / II / Res 1.24 / 2022 / Reskrim, dengan dasar dugaan ujaran kebencian dan memprovokasi masyarakat.
Dari bukti video terekam kata-kata ancaman dari Aswadi, bahwa Muzakir jangan lagi tinggal di Dusun Bale Keude lagi, dan jangan salahkan kami, itu kata Aswadi.
Apa salah Muzakir? sehingga, diusir oleh Aswadi dan para pendukungnya, hak warga negara Indonesia bebas memilih dan bertempat tinggal diatas bumi Negara Indonesia.
Perkataan tersebut diduga, ancaman yang tidak patut dan tidak pantas, tentang apa yang dikatakan oleh Aswadi selaku Sekdes Peukan Idi Cut.
Di tempat terpisah, beberapa tokoh dan masyarakat di desa Gampong Keude juga merasa marah dan kesal kepada sekdes Keude IDI ASWADI yg terlalu lantang dan tergopoh-gopoh untuk mengambil tindakan PENGUSIRAN dan pengancaman terhadap Sdr. Muzakir cs.
Menurut saya pribadi, sosok MUZAKIR orangnya baik dan mempunyai garis keturunan yang di segani saya udah 75 tahun umur saya dan saya tau sedikit banyak tentang sejarah di idi cut ini cetus nya, yang indentitas nya tidak bersedia di publikasikan. (Red. Fiyan/LH)




