PURWAKARTA, PENJURU.ID//— Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin yang akrab disapa Abang Ijo, mendatangi SMP 2 Sukasari,Kecamatan Sukasari,Kabupaten Purwakarta,Kamis (12/7)2025).
Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) di sekolah tersebut. Kedatangannya disambut langsung oleh pihak sekolah, termasuk kepala sekolah dan staf terkait.
Abang Ijo menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan respons atas keluhan warga yang mempertanyakan transparansi penyaluran bantuan PIP. “Saya ke sini bukan untuk mencari kesalahan, tapi ingin meluruskan dan klarifikasi. Saya tidak mau hanya mendengar dari satu pihak saja,” ungkapnya di hadapan pihak sekolah.
Menurut penuturan Abang Ijo, seorang warga mengaku telah berkali-kali bertanya mengapa dana bantuan PIP sebagian sudah cair, namun dana miliknya belum juga diterima. Warga tersebut kemudian memutuskan untuk mencetak mutasi rekening ke bank dan mendapati bahwa uang bantuan telah diambil tanpa sepengetahuannya.
Merespons laporan tersebut, Abang Ijo meminta keterbukaan dari kepala sekolah terkait siapa yang memegang kendali atas pencairan dana bantuan PIP tersebut. Kepala sekolah menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam pengambilan dana dan menunjuk salah satu staf sekolah yang bertugas sebagai operator, yakni seorang pria bernama Pak Nino.
Dalam pertemuan itu, Abang Ijo mempertanyakan langsung kepada Pak Nino, “Pak Nino punya perasaan gak sih? Kenapa berani-beraninya memakai uang masyarakat yang bukan haknya?” tanyanya dengan nada tegas.
Pak Nino mengakui perbuatannya dan menyatakan bahwa dirinya telah menggunakan dana bantuan PIP yang jumlahnya sekitar Rp16 juta hingga Rp18 juta. Ia pun menyampaikan permohonan maaf dan mengaku khilaf atas tindakannya tersebut. “Saya minta maaf. Sebagian sudah saya ganti, dan saya siap mengganti sisanya,” ujar Pak Nino.
Abang Ijo menegaskan bahwa tidak boleh ada praktik penyalahgunaan dana bantuan sosial yang diperuntukkan bagi siswa-siswi. “Uang ini hak anak-anak. Jangan main-main. Kita harus jaga amanah ini,” tegasnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Abang Ijo menekankan pentingnya transparansi dan integritas dalam pengelolaan bantuan pemerintah, khususnya di dunia pendidikan. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak segan melapor jika menemukan dugaan penyimpangan. (Red)





