Tangis Warga Mengiringi Langkah AKBP Widi Setiawan Tinggalkan Jeneponto

PENJURU.ID | Jeneponto – Suasana haru menyelimuti Mapolres Jeneponto saat momen perpisahan eks Kapolres Jeneponto, AKBP Widi Setiawan. Kesedihan terasa begitu dalam di wajah anggota dan masyarakat.

Satu per satu warga berdatangan untuk berpamitan. Pelukan dan tangisan mengiringi langkah sang komandan yang dikenal dekat dengan rakyat kecil.

AKBP Widi Setiawan dinilai sebagai sosok pemimpin yang baik hati. Kepeduliannya kepada warga kurang mampu membuatnya dicintai lintas lapisan masyarakat.

Beberapa hari sebelum acara pisah sambut, seorang ibu penjual keripik pisang datang ke Mapolres. Ia menangis histeris saat mengetahui Kapolres akan pindah tugas.

Momen pilu kembali terjadi pada hari perpisahan. Seorang ustaz bernama DG Kulle, yang dulu pernah berprofesi sebagai pengemudi becak, memeluk AKBP Widi Setiawan sambil menangis.

Ustaz tersebut dikenal sering dikunjungi Kapolres di rumahnya di Jalan Kelara. Pertemuan mereka kerap diisi diskusi dan obrolan penuh keakraban.

Dengan suara bergetar, DG Kulle berpesan agar Kapolres tidak melupakan warga Jeneponto. Ucapan itu membuat suasana semakin mengharukan.

Kesedihan warga belum berakhir. Seorang tukang tahu bahkan menyusul hingga ke rumah jabatan Kapolres.

Ia kembali memeluk AKBP Widi Setiawan sambil menangis. Kepindahan sang komandan terasa seperti kehilangan anggota keluarga sendiri.

Perpisahan ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat. AKBP Widi Setiawan bukan sekadar Kapolres, tetapi sosok pemimpin berhati rakyat.

Pos terkait