Cilegon. Kegiatan Cilegon Ekspo yang berkonsep seperti Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang melibatkan UMKM selama 5 hari dengan bertema Bazar Kuliner Cilegon Fun Market yang terdiri dari 25 stand terverifikasi dan difasilitasi oleh Dinas Koprasi dan UMKM mendapatkan perhatian khusu oleh salah satu Organisasi Masyarakat di Kota Cilegon.
Ketua Ormas Aliansi Banten Bersatu (Alibaba) kota Cilegon menyayangkan adanya informasi dugaan pungutan yang dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan panitia kepada pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan Cilegon Ekspo tahun 2026.
“saya mendapatkan informasi adanya dugaan pungutan sebesar 3 juta rupiah kepada pelaku UMKM yang mengisi stand di Cilegon Ekspo yang dilakukan oleh oknum”tegas Marhani
Lanjutnya. Marhani menegaskan bahwa seharusnya fasilitas yang diberikan kepada pelaku UMKM gratis tanpa adanya pungutan satu rupiahpun.
“Setahu saya semua sudah dicover oleh dinas terkait fasilitas para pelaku UMKM, tapi ini ko ada informasi bahwa pelaku UMKM dimintai uang untuk menempati stand itu sendiri”tegasnya.
Marhani meminta Dinas Koprasi dan UMKM kota Cilegon segera melakukan rapat dan evaluasi serta memberikan klarifikasi terkait informasi yang kita dapatkan.
“Kepala dinas harus cepat melakukan tindakan dan menyampaikan klarifikasi dan informasi yang benar terkait dugaan pungutan yang dilakukan oleh oknum tersebut”ungkapnya.
Diketahui bahwa lokasi stand yang diduga dimintai uang berlokasi didalam alun-alun kota Cilegon





