Slumpring Tawangmangu Memiliki Pesona Berbeda dari Seni Rupa Lainnya

  • Whatsapp

PENJURU.ID | TAWANGMANGU – Seorang seniman di Tawangmangu , Karanganyar,Jawa Tengah Slumpring Tawangmangu menciptakan kreasi baru melukis dalam papan kayu lapis dengan alat lukis semacam solder. Hasilnya, beragam lukisan bakar tercipta indah, salah satu karya ciptanya adalah lukisan wajah father Sabda Daya Nusantara Bali Jala Sathya Girinatha (44) yang diserahkan pada Minggu,(20/6) di RM. Kanjeng Mami Tawangmangu, Karanganyar – Jawa Tengah.

Lukisan bakar tersebut dibuat tak seperti melukis dengan media kanvas dan cat warna. Lukisan bakar menggunakan media kayu lapis atau triplek, dengan alat lukisnya serupa soldier yang mirip pulpen.

Meski tak mempunyai basic sebagai seniman Slumpring Tawangmangu selain menekuni lukisan bakar, juga membuat lukisan berbahan baku media Slumpring yang berasal dari Slumpring pohon bambu yang mungkin dianggap sampah dan tak berguna oleh masyarakat

Slumpring Tawangmangu sudah begitu sibuk menggarap banyak pesanan. Setiap hari, setidaknya ia harus menggarap 20 lukisan bakar berbagai bentuk dan ukuran dan dari wajah tokoh nasional, tokoh pemimpin daerah, tokoh budayawan, tokoh kepemudaan dll.

Selain lukisan dengan media Slumpring banyak juga pesanan lukisan bakar bentuk rupa atau wajah dan butuh ketelitian dan keuletan, karena melukis dengan solder lebih kaku dan tak bisa dihapus jika ada sebuah kesalahan dalam menggores.

“Saya cukup menekuni satu bidang seni dengan media yang memang belum ada ditempat lain dan saya memilih Slumpring yang dianggap sampah dan tak ada manfaatnya.” kata Slumpring Tawangmangu saat di konfirmasi penjuru.id, Minggu pagi (20/06) di RM Kanjeng Mami Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.

” Saya juga sedang mempersiapkan kerajinan tangan yang nantinya bisa menjadi salah satu icon oleh-oleh Tawangmangu bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara yang berwisata ke berbagai destinasi wisata di Tawangmangu.” jelasnya.

“Keinginan saya bagaimana mengedukasi pada masyarakat dengan meningkatkan Sumber Daya Manusia untuk mengolah Sumber Daya Alam,” imbuhnya.

“Bagaimana Kita mengelola Sumber Daya Alam dengan tidak merusak alam.” tegasnya.

Slumpring Tawangmangu ingin membuktikan pada masyarakat yang mungkin Slumpring dianggap tidak mempunyai manfaat tetapi dapat mempunyai nilai jual yang cukup menguntungkan secara ekonomi setelah di proses dalam Seni Lukis dalam media Slumpring.

“Selain Lukisan Bakar dan Lukisan Slumpring Kami juga sedang memproduksi secara handmade oleh-oleh khas Tawangmangu seperti contohnya Telenan, Centong Nasi Kayu yang mungkin selama ini hanya ada di dapur tapi bisa memempunyai nilai saat di gunakan sebagai media lukis bakar.” paparnya.

Bagi yang berminat order lukisan bakar atau ukisan media Slumpring dapat mengunjungi workshop “Omah Kerajinan Slumpring” yang beralamat di Ngelendok Sari, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah dapat konfirmasi via Telp/ WA 0877 0501 5641.

“Apa karya yang bisa saya berikan untuk Tawangmangu khususnya dan saya tak pernah berfikir apa yang akan saya dapatkan.”pungkasnya. (Adi Penjuru).

Pos terkait