Ruwatan Rambut Gimbal Tetap Berjalan Meskipun DCF Ditiadakan

Ketua adat Dieng yang sedang melakukan tradisi Ruwatan Rambut Gimbal (Sumber : merahputih.com)

PENJURU.ID | Wisata – Dieng Culture Festival (DCF) terpaksa ditiadakan tahun ini karena adanya pandemi Corona yang sedang mewabah. Festival yang selalu digelar setiap tahun ini terpaksa ditiadakan demi menjaga keselamatan masyarakat.

Rencananya, festival ini akan diadakan pada tanggal 7-9 Agustus 2020. Dieng Culture Festival diadakan di dataran tinggi Dieng dengan menampilkan banyak hiburan berupa kesenian berunsur tradisional serta puncak dari acara DCF adalah pemotongan rambut gimbal anak-anak asli Dieng.

Bacaan Lainnya

Walaupun Dieng Culture Festival ditiadakan tahun ini, namun warga setempat tetap menjalankan tradisi cukur rambut atau yang biasa mereka sebut Ruwatan Rambut Gimbal. Mereka tetap menjalankan ritual tersebut karena ritual tersebut telah mereka lakukan sebelum Dieng Culture Festival diadakan di dataran tinggi Dieng.

Tradisi Ruwatan Rambut Gimbal di dataran tinggi Dieng (Sumber : liputan6.com)

Ritual Ruwatan Rambut Gimbal diadakan setiap tanggal 1 Suro menurut kalender Jawa yang bertujuan untuk membersihkan atau membebaskan anak-anak yang berambut gimbal dari kesialan dan malapetaka. Masyarakat asli Dieng percaya bahwa anak-anak berambut gimbal merupakan keturunan Kyai Kolodete atau titipan dari Nyi Roro Kidul.

Ruwatan Rambut Gimbal akan dilakukan bila anak yang memiliki rambut gimbal telah memintanya. Uniknya, ritual ini akan dilakukan bila orangtua dari anak-anak gimbal telah menuruti “apapun” permintaan yang diminta oleh si anak gimbal, biasanya permintaan yang diminta oleh sang anak juga merupakan hal yang tidak wajar atau tidak sesuai dengan anak seumuran mereka. Setelah para orangtua dari anak gimbal telah menuruti permintaan anaknya, maka ritual Ruwatan Rambut Gimbal akan dilaksanakan dan dipimpin oleh Ketua Adat setempat.

Tradisi Ruwatan Rambut Gimbal telah menarik perhatian banyak orang terutama dari luar Dieng. Seiring berjalannnya waktu, tradisi unik ini digelar secara massal serta menjadi  puncak acara Dieng Culture Festival.

Pos terkait