Meski Kondisi Fisik Menurun Usai Donor Darah, SAFRI Daeng Ngerho Tetap Tunaikan Ceramah Takziah di Kambang Selatan

PENJURU. ID | JENEPONTO – Semangat pengabdian dan kepedulian terhadap umat kembali diperlihatkan oleh SAFRI, S.Pd., M.Pd., MH Daeng Ngerho saat menghadiri acara takziah malam ke-10 wafatnya Almarhum Kaemodding bin Ganing di Lingkungan Kambang Selatan, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Kamis malam.

Kehadiran SAFRI Daeng Ngerho dalam kegiatan keagamaan tersebut menjadi bentuk komitmennya untuk terus berada di tengah masyarakat, memberikan motivasi, nasehat, serta penguatan spiritual kepada keluarga yang ditinggalkan dan para jamaah yang hadir.

Acara berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Ratusan warga tampak memadati lokasi takziah untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi almarhum sekaligus mengikuti tausiyah yang disampaikan oleh SAFRI Daeng Ngerho.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, unsur keamanan, para imam lingkungan, serta puluhan anggota DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Jeneponto.

Di tengah penyampaian ceramah, SAFRI Daeng Ngerho sempat mengalami penurunan kondisi fisik dan merasakan pusing secara tiba-tiba. Namun keadaan tersebut tidak menyurutkan niat dan semangatnya untuk tetap menyelesaikan ceramah yang telah diamanahkan kepadanya.

Diketahui, beberapa jam sebelumnya SAFRI Daeng Ngerho baru saja mengikuti kegiatan donor darah yang dilaksanakan Polres Jeneponto dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Meski seharusnya beristirahat untuk memulihkan stamina, ia tetap memilih memenuhi undangan masyarakat.

Dengan penuh keteguhan dan tanggung jawab moral, SAFRI Daeng Ngerho melanjutkan ceramah dalam posisi duduk. Sikap tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari jamaah yang tetap khusyuk mengikuti setiap pesan yang disampaikannya.

Dalam tausiyahnya, SAFRI Daeng Ngerho mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa memperkuat keimanan, memperbanyak amal kebaikan, serta menjadikan setiap peristiwa kematian sebagai pengingat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara.

“Kematian adalah nasihat terbaik bagi manusia. Karena itu mari kita memperkuat hubungan dengan Allah SWT, memperbaiki ibadah, dan terus menebar manfaat kepada sesama. Semoga segala amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan,” tuturnya.

Meski dalam kondisi kurang sehat, SAFRI Daeng Ngerho berhasil menyelesaikan ceramah hingga akhir. Kegiatan takziah pun berlangsung lancar, penuh hikmah, dan ditutup dengan doa bersama untuk almarhum.

Dedikasi yang ditunjukkan SAFRI Daeng Ngerho malam itu menjadi gambaran nyata tentang pentingnya pengabdian dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Semangatnya untuk tetap hadir dan berbagi ilmu agama meski kondisi fisik menurun menjadi inspirasi bagi banyak pihak yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Pos terkait