PENJURU. ID | Jeneponto – Pasca Bencana Gempa Bumi di Sulawesi Barat, Puluhan Warga Mamuju memutuskan untuk mengungsi di rumah keluarganya di Jeneponto hingga tiba pada Rabu (20/01/2021).
Berdasarkan hasil penelitian BMKG, Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,2/4,2 SR di Mamuju Sulawesi Barat yang begitu dahsyat, menyebabkan ratusan rumah Warga serta Bangunan-Bangunan mewah yang berdiri kokoh di pusaran Kota mamuju hancur rata dengan tanah dan mengakibatkan ratusan korban luka, Puluhan korban dinyatakan meninggal dunia.

Hal itulah membuat puluhan warga mamuju ini memutuskan untuk mencari pengungsian di rumah masing masing keluarganya di Jeneponto dan rela meninggalkan rumah dan aktifitas hari harinya sebagai mata pencahariannya untuk kebutuhan sanak keluarganya untuk mengantisipasi adanya gempa susulan lagi.
Salah satunya Lel. Cai Warga Jln. Stadion, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten mamuju yang kini tiba di jeneponto pada Senin 18 Januari 2021 di konfirmasi langsung oleh awa media di tempat pengungsian nya di dusun Goyang Desa Allu Tarowang, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, menanyakan terkait tragedi Gempa Bumi di mamuju kemudian memutuskan untuk mencari tempat pengungsian di daerah Kabupaten Jeneponto.

“Dengan bencana Gempa Bumi yang terjadi di tempat kami di daerah Kabupaten Mamuju, membuat kami panik, mulai dari pertama gempa hingga berkali kali datang gempa susulan membuat berbagai bangunan di pusaran kota hancur sebagian rata dengan tanah, ratusan korban luka serta puluhan korban di temukan meninggal dunia.” ucap Cai Kepada Wartawan Penjuru.id mewakili sesama warga Mamuju di tempat pengungsian nya di Dusun Goyang Desa Allu Tarowang Kabupaten Jeneponto.
Terkait kondisi yang di alami akibat gempa di daerahnya Menurutnya, suatu musiba atau bencana yang dahsyat, pada umumnya kondisi rumah mereka retak, apalagi melihat dan mengalami langsung kejadian di kota Mamuju membuatnya panik dan ketakutan hingga rela meninggalkan rumah beserta barang-barangnya.

“Dengan musibah gempa yang kami alami, walaupun keadaan rumah kami retak, kami masih merasa beruntung karna masih bisa selamat, dibanding sebagian yang meninggal, hingga kami memutuskan pula untuk mencari mengungsian yang aman hingga rela meninggalkan rumah dan barang-barang kami di Mamuju dan pulang ke Jeneponto. ” tutur Cai yang kelihatan masih panik dan pasrah dengan rumah beserta barang-barangnya di Mamuju.
Sesuai data Babinsa Allu Tarowang, Warga Mamuju yang kini mengungsi di Dusun Goyang Desa Allu Tarowang Sebanyak 40 orang.
Hingga saat ini, Berdasarkan data Basarnas Kabupaten Mamuju saat ini di berbagai berita Online, Selasa (19/01/2021) tercatat korban meninggal dunia tragedi gempa Sulbar bertambah 5 dari hari sebelumnya sehingga menjadi sebanyak 84 orang.
Penulis: Ismail.





