Mahasiswa KKN Universitas Brawijaya Malang Bantu Pencegahan Stunting di Desa Pikatan

PENJURU.ID | PROBOLINGGO – Menurut Plh Bupati Heri hasil survey Kesehatan Indonesia tahun 2023, angka stunting di Kabupaten Probolinggo sungguh mengejutkan, dengan angka mecapai 35,4%. Artinya 1 dari 3 Balita berstatus stunting.

Hasil ini harus diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo agar stunting tidak merajalela. Tak hanya dari sisi Pemerintah saja, tetapi orang tua jadi peran utama untuk memperhatikan gizi anak masing-masing.

Dengan hal tersebut menjadi salah satu target mengapa Mahasiswa KKN Universitas Brawijaya datang untuk membantu mencegah stunting di Kab. Probolinggo pada umumnya dan di Desa Pikatan pada khususnya.

Desa Pikatan yang terletak di Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo merupakan tempat Mahasiswa Universitas Brawijaya untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata melalui program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) oleh 1000 Mahasiswa.

Pencegahan secara cepat dan tanggap terhadap kondisi kesehatan selalu jadi fokus utama tenaga kesehatan di Desa Pikatan. Stunting sering saja terjadi di desa ini, maka dari itu jika terdapat anak-anak di desa ini terkena stunting maka harus ditangani di hari itu juga.

“Dari saya sendiri dan Ibu Bidan memang jika terdapat anak-anak Desa Pikatan yang terkena stunting untuk penangananya memang harus cepat. Semisal di hari itu ada anak yang terkena stunting maka penangananya harus di hari itu juga demi meminimalisir tinggi stunting” Menurut Bapak Muhlisun, dari SDM PKH Kementrian Sosial.

Pada hari Rabu (3/7/2024) Mahasiwa KKN Universitas Brawijaya melaksanakan pencegahan stunting di hari pertama dilanjut di hari Kamis (4/7/2024) untuk melaksanakan pencegahan stunting di hari kedua. Dalam dua hari pelaksanaan Mahasiswa KKN yang berada di desa ini turut membantu kegiatan Posyandu Desa Pikatan.

“Program kerja kami tentang Pencegahan Stunting di Desa Pikatan ini bermula dari sebuah permasalahan Kesehatan yang terjadi di Kab. Probolinggo yang tingkat stuntingnya relatif tinggi, maka dari itu ini menjadi salah satu fokus utama kami untuk turut membantu dalam pencegahan stunting” Menurut Zamsyah Dwi Hushaini Ramadhan, salah satu Mahasiswa KKN Universitas Brawijaya.

Hal ini disambut baik oleh para Ibu-ibu Posyandu dan Ibu Bidan. Karena bertujuan sebagai upaya lebih terhadap pencegahan stunting di Desa Pikatan. Serta, dengan adanya bantuan dari Mahasiswa KKN Universitas Brawijaya membuat kegiatan posyandu kali ini lebih berbeda daripada kegiatan sebelumnya dan para mahasiswa memberikan susu terhadap anak di kegiatan ini guna salah satu solusi perbaikan gizi anak.

(PRASOJO)

Pos terkait