PENJURU.ID | Jeneponto – Di sebuah rumah sederhana di Dusun Bumbungloe, Desa Bonto Lebang, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Karim (61) hanya bisa terbaring lemah. Lima tahun ia menahan sakit tanpa kepastian penanganan medis yang layak, sementara waktu terus berjalan dan kondisinya kian memprihatinkan.
Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan oleh keluarga. Karim dibawa berobat dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya, termasuk ke sejumlah klinik. Namun hingga kini, penyakit yang dideritanya belum menunjukkan tanda-tanda membaik.
“Kami sudah berusaha semampu kami. Sudah keliling berobat, tapi kondisinya tetap seperti ini. Kami hanya berharap ada perhatian dan bantuan,” tutur sang ibu dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca.
Kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas memperparah keadaan. Biaya pengobatan yang terus dikeluarkan selama lima tahun menjadi beban berat, bahkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pun keluarga harus berjuang keras.
Keprihatinan atas kondisi Karim juga datang dari berbagai pihak. Ketua Bidang Investigasi DPC Sepernas Kabupaten Jeneponto, Ra’uf Sitaba, mengaku sangat prihatin setelah melihat langsung kondisi kesehatan Karim.
“Kami sangat prihatin melihat kondisi saudara Karim yang sudah bertahun-tahun sakit tanpa penanganan yang maksimal. Ini persoalan kemanusiaan yang seharusnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah,” tegas Ra’uf Sitaba.
Ia berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun tangan memberikan pendampingan medis serta bantuan sosial yang dibutuhkan, agar Karim tidak terus terbaring dalam penderitaan tanpa kepastian.
Warga sekitar pun menyuarakan harapan serupa. Mereka meminta adanya langkah cepat dan konkret dari pemerintah, agar Karim mendapatkan perawatan yang layak dan keluarga yang mendampingi tidak lagi berjuang sendirian.
Kini, di rumah sederhana itu, Karim terus bertahan melawan sakitnya. Sementara sang ibu, keluarga, dan warga hanya bisa menunggu menaruh harapan besar pada hadirnya kepedulian negara sebelum penantian panjang ini berakhir dengan penyesalan.





