Ketua DPRD Agam pimpin rapat acara Recovery Ekonomi pada masa New Normal

Rapat Recovery Ekonomi yang dipimpin oleh Ketua DPRD Agam

PENJURU.ID | Agam – Ketua DPRD Agam Provinsi Sumatera Barat, Novi Irwan pimpin rapat kegiatan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Agam dengan agenda rapat Recovery Ekonomi pada Masa New Normal, bertempat di Aula Utama DPRD setempat, Senin, (15/6/2020). Rapat tersebut menghadirkan TAPD, pakar dari Unand dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Agam.

Rapat langsung dipimpin oleh Ketua DPRD dan didampingi Wakil Ketua Suharman serta dihadiri oleh anggota Banggar lainnya.

Bacaan Lainnya

Ketua DPRD Agam mengatakan recovery ekonomi sangat penting, jika Agam tertinggal dari sektor ekonomi maka akan mengakibatkan turunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Untuk itu, rapat kita laksanakan dalam rangka mencari pokok pikiran kita dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat agar bisa kembali seperti semula,” ujar Ketua DPRD Agam

Pada kesempatan itu, Pakar Unand Prof. Elfindri mengatakan pada kondisi pandemi ini, ada empat perubahan besar yang terjadi setelah masa perubahan struktur industri.

“Empat perubahan tersebut yakni, kita berubah dari yang sebelumnya kerja dikantor dan sekarang hampir semua orang kerja di rumah. Meski akan balik lagi kerja ke kantor namun semuanya tidak akan sama lagi, kita bekerja dengan memperhatikan protokol kesehatan,” ungkapnya

Dikatakan Elfindri, perubahan selanjutnya yakni pemenuhan piramida dasar kehidupan, dimana orang-orang lebih cenderung memenuhi kebutuhan primer dari pada sekunder. Sementara itu perubahan lainnya yakni akan lebih memanfaatkan teknologi atau bekerja secara virtual.

“Perubahan terakhir terbangunnya empati sesama masyarakat, rasa tolong menolong, gotong royong dan mulai optimalkan peranan niniak mamak di nagari-nagari,” lanjut Elfindri.

Ia menambahkan, ada tiga tahapan dalam menghadapi pandemi yakni tahap stay at home atau berdiam di rumah dan memberikan BLT atau sejenisnya, tahap rehabilitasi dan persiapan new normal dan tahap rekonstruksi ekonomi.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Agam, Evi Junaidi mengatakan ada beberapa sektor di Sumatera Barat yang rentan terkena dampak pada pandemi Covid-19 yakni pertanian, perdagangan, transportasi, konstruksi dan industri pengolahan.

“Dari sektor pertanian berdampak pada penurunan permintaan produk pertanian, keterjangkauan harga dan antispasi gangguan pasokan atau distribusi pangan. Di sektor perdagangan berdampak pada menurunnya permintaan, berkurangnya daya beli, keterjangkauan harga di pasar, dan ancaman PHK,” jelasnya.

Selanjutnya pada sektor transportasi berdampak pada penurunan jumlah penumpang, kebijakan persyaratan penumpang angkutan udara. Sementara di sektor konstruksi terhambatnya bahan baku impor, adanya isolasi pekerja sebagai dampak Covid-19. Sedangkan di sektor industri pengolahan yakni penurunan produksi karena menurunnya permintaan dari konsumen.

 

(Anto)

Pos terkait