PENJURU.ID | Probolinggo – Upaya membangun budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan terus diperkuat melalui kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang dilaksanakan di SDN Banjarsari 2 pada 18 hingga 19 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo tersebut menjadi sarana edukasi bagi siswa dan tenaga pendidik dalam memahami pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Puluhan siswa mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat. Mereka mendapatkan pembelajaran mengenai mitigasi bencana, pengurangan risiko, hingga langkah penyelamatan diri saat terjadi keadaan darurat.
Program SPAB sendiri merupakan bagian dari pembinaan kebencanaan di lingkungan sekolah guna meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap potensi risiko bencana sejak usia dini.
Dalam kegiatan tersebut, Eko Yudha Hadi Muryanto hadir sebagai fasilitator sekaligus narasumber yang memberikan materi kepada peserta.
Ia menjelaskan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa agar lebih siap dan tanggap ketika menghadapi situasi bencana.
Menurutnya, edukasi kebencanaan tidak hanya penting bagi siswa, tetapi juga bagi seluruh warga sekolah agar tercipta lingkungan pendidikan yang aman dan tangguh.
“Kegiatan satuan pendidikan aman bencana merupakan bentuk mitigasi di sekolah untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang kebencanaan sejak dini. Dengan adanya edukasi ini, siswa diharapkan memiliki kesiapan dan memahami langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana,” kata Eko Yudha.
Ia menambahkan, pelaksanaan SPAB mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2019 yang mendorong sekolah melaksanakan pembinaan dan penguatan kesiapsiagaan kebencanaan.
Selain pemberian materi, peserta juga diajak memahami pentingnya koordinasi, evakuasi, dan sikap tenang ketika menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah.
Kepala SDN Banjarsari 2, Ella Coiru Nikmah, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menilai program SPAB memberikan manfaat besar bagi sekolah, baik dari sisi edukasi maupun dalam mendukung kesiapan administrasi sekolah terkait penanggulangan bencana.
“Kami sangat bersyukur karena sekolah mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan SPAB. Program ini sangat penting, terutama untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah sekaligus mendukung kelengkapan dokumen akreditasi terkait satuan pendidikan aman bencana dan PKS penanggulangan bencana,” ujar Ella Coiru Nikmah.
Menurutnya, keberadaan dokumen SPAB menjadi salah satu syarat penting dalam proses akreditasi sekolah sehingga kegiatan tersebut sangat membantu pihak sekolah
Pihak sekolah berharap edukasi kebencanaan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar siswa semakin memahami pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Melalui program SPAB, SDN Banjarsari 2 berupaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana demi melindungi seluruh warga sekolah.
(Prasojo)





