SMPN 1 Sukapura Gelar Kokurikuler Bertajuk Gema Citra Lokal : Harmoni Tradisi dan Budaya Tengger

PENJURU.ID | Probolinggo – SMP Negeri 1 Sukapura menggelar pentas kokurikuler bertema “Gema Citra Lokal: Harmoni Tradisi dan Budaya Tengger” di pentas outdoor dan lapangan sekolah, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya mengembangkan Dimensi Profil Lulusan (DPL), khususnya keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kreativitas serta kolaborasi siswa. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi wujud peran aktif sekolah budaya dalam melestarikan budaya lokal Tengger.

Pentas kokurikuler ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VII, VIII dan IX. Pelaksanaannya merupakan hasil kerja sama SMP Negeri 1 Sukapura dengan berbagai sponsorship diantaranya Penerbit Buku Yudhistira, Hotel Nadia, Gubuk Ndeso, Bahana Audio Sound System, Kahyuna Hotel and Resort, Lava Hill Resort, Cemara Indah Hotel, Wings Food dan Bank Jatim serta dukungan orang tua dan masyarakat.

Acara dikemas meriah melalui berbagai penampilan seni dan budaya. Kegiatan diawali dengan Tari Remo dari Sanggar Seni Udca Wagita SMPN 1 Sukapura. Dilanjutkan Gema Tradisi Kasada oleh kelas 8C dan 8D, Tari Kidung Widodaren oleh siswa kelas VII serta Gema Tradisi Yadnya Karo oleh kelas 8A dan 8B.

Selain itu, penonton juga disuguhkan Tari Reog dan Jathilan dari Sanggar Seni Udca Wagita SMPN 1 Sukapura, Sendratari Legenda Widodaren oleh kelas 9C dan 9D, Legenda Roro Anteng dan Joko Seger oleh kelas 9A dan 9B hingga penampilan penutup Tari Andhira dari Sanggar Seni Udca Wagita SMPN 1 Sukapura.

Kepala SMP Negeri 1 Sukapura Arif Rohman Saleh menyampaikan kegiatan ini bertujuan mengembangkan bakat dan minat siswa melalui pentas seni sekaligus membentuk karakter peserta didik melalui kegiatan kokurikuler bertema tradisi lokal yang berpijak pada delapan dimensi profil lulusan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan kreativitas, bakat dan karakter mereka sekaligus mengenalkan serta melestarikan budaya lokal Tengger,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono melalui Kepala Bidang Kebudayaan Akhmad Arief Hermawan mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan harapan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) agar sekolah mampu menyeimbangkan kebutuhan belajar siswa baik akademik maupun non akademik.

“Hal ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Sekolah Budaya yang berperan aktif dalam melestarikan budaya lokal maupun nasional,” ujarnya.

Tokoh masyarakat dan orang tua siswa berharap kegiatan pentas budaya seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan terbuka untuk masyarakat umum maupun wisatawan sehingga budaya Tengger semakin dikenal luas. (Pras)

Pos terkait