Anggaran Kemenristekdikti dipotong, Rudy Mas’ud: semestinya BRIN menjadi Problem Solver

(sumber foto: dpr.go.id)

Anggota Komisi VII DPR RI, Rudy Mas’ud menyayangkan pemotongan anggaran terhadap Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Menurutnya di masa pandemi ini riset terkait vaksin dan penanganan terhadap Covid-19 sangat dibutuhkan. Ia berharap bahwa seharusnya Badan Riset dan Inovasi Nasional bisa menjadi jalan keluar bagi negara ini dalam mengatasi pandemi.

Semestinya Badan Riset dan Inovasi Nasional ini menjadi problem solver buat negara ini bisa mendapatkan vaksin. Tetapi dengan anggaran yang hanya minim sekali tadi seperti yang kita dengar hanya mungkin cuma lima miliar saja. Mestinya Badan Riset dan Inovasi nasional ini memiliki alat yang begitu komplit sehingga kita tidak perlu melaksanakan kegiatannya di laboratorium di luar negeri,” kata Rudy (09/07/2020).

Terkait pemotongan anggaran tersebut, dalam rapat dengar pendapat dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional. Anggota Komisi VII DPR RI Mercy Chriesty Barends menyarankan terhadap Kemenristekdikti agar bisa memfokuskan kembali anggaran mereka. Hal tersebut ditujukan agar fungsi penelitian dan riset terkait perkembangan masyarakat dan perkembangan vaksin dapat dijalankan demi mengurangi dampak dari pandemi ini.

Riset dan pengembangan dan penguatan inovasi riset anggarannya itu terpotong sekitar hampir satu triliun. Kita meminta secara kedalam mereka mengatur lagi sehingga bisa meneruskan fungsi-fungsi kerja risbang dan riset inovasi untuk kepentingan rakyat kecil yang ada dibawah,” kata Mercy (09/07/2020).

Pos terkait