6 Bulan Kerja di Jeddah, PMI Asal Sukabumi Meninggal Dunia

PMI asal Curugkembar meninggal dunia di Jeddah, disemayamkan di rumah duka (Sumber: TribunCirebon)

PENJURU.ID | Sukabumi – Suminar (32) Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Panyusuhan, RT 2/3, Desa Tanjungsari, Kecamatan Curugkembar, mengalami nasib malang pasalnya ia pulang dalam kondisi tidak bernyawa dari Jeddah, Arab Saudi.

Melalui proses diskusi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi dengan Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) RI dan juga Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jeddah, Arab Saudi, jasad korban di antar kerumah duka pada Selasa (9/9/2020) malam.

Bacaan Lainnya

Suminar telah dipulangkan dari Jeddah dan tiba di kampung halamannya dengan kondisi tidak bernyawa pada Selasa (9/9) malam, tutur Kasi Pelayanan Antar Kerja Dalam dan Luar Negeri Disnakertrans Kabupaten Sukabumi Tatang Arifin kepada wartawan, Kamis (10/9/2020).

Tatang menambahkan, bahwa sebelum Suminar meninggal dunia, ia telah mendapatkan bantuan tim medis di Arab Saudi.

“Kematian Suminar ini karena penyakit gagal jantung dan sirkulasi darah,” lanjutnya.

Suminar meninggal dunia pada 2 Juli 2020 karena mengidap penyakit gagal jantung dan juga sirkulasi darah.

Tatang juga menjelaskan bahwa pihaknya mengetahui informasi korban meninggal di Jeddah, setelah mendapatkan laporan dari pihak KJRI Jeddah. Korban ternyata migran ke Jeddah untuk bekerja melalui proses illegal.

Sejak 2011 seluruh warga Kabupaten Sukabumi dilarang untuk bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke negara Timur Tengah, akibat motarium. Selain itu, nama korban juga tidak terdaftar pada data di Disnakertrans Kabupaten Sukabumi.

Suminar ini berangkat menjadi PMI ke Saudi Arabia atau Jeddah dengan proses ilegal. Lantaran, saat kita cek di pembukuan, ia tidak terdata,” ujar Tatang.

 

 

(Wida Deviana)

Pos terkait