Tipe Suami yang Bahagiakan Istri

Ilustrasi pernikahan bahagia (Sumber: waspada.co.id)

PENJURU.ID | Tangerang Selatan – Memiliki pasangan yang mampu memberikan energi positif bagi kita sangatlah penting. Maka dari itu, kita semestinya menikah dengan orang yang kita cintai. Karena, apabila kita tidak mencintai orang tersebut, maka kehidupan kita akan sia-sia dan susah untuk bahagia.

Menurut penelitian, dengan siapa kita menikah bisa mempengaruhi kebahagiaan kita dan kebahagiaan kita bisa bergantung kepadanya secara positif ataupun negatif.

Sebuah penelitian yang diangkat oleh Proceedings of the National Academy of Sciences menemukan bahwa suami adalah penentu kebahagiaan istrinya dalam pernikahan. Selain itu, penelitian ini juga mengemukakan dua kepribadian suami yang merupakan sumber kebahagiaan bagi istrinya. Dua tipe itu adalah; suami yang stabil emosinya dan penyayang keluarga.

  1. Emosi stabil

Pria yang memiliki emosi stabil dianggap bisa menjadi sumber kebahagiaan bagi sang istri. Ketika rumah tangganya memiliki masalah sampai tercipta pertengkaran diantara mereka, mereka akan bisa membicarakannya dengan kepala dingin dan tidak gegabah.

Apabila suami memiliki kecenderungan neurotik yang dapat membuatnya mudah tersinggung dan mempermasalahkan hal sepele, sang istri bisa saja tidak bahagia. Maka dari itu, sangatlah penting untuk menghindari pria yang tidak bisa mengontrol emosinya secara stabil karena bisa dipastikan akan tidak bahagia.

  1. Pecinta keluarga

Apabila kita menemukan pria yang mencintai keluarganya, bisa dipastikan bahwa ia juga akan memprioritaskan kita. Walaupun mereka sibuk dalam mengejar karirnya, bisa dipastikan bahwa mereka tidak akan lupa dengan keluarganya karena dimata mereka keluargalah yang utama. Pria seperti ini merupakan sumber kebahagiaan bagi sang istri.

Para wanita mengaku bahwa minikah dengan pria yang mengutamakan keluarganya adalah perasaan paling bahagia. Beberapa penelitian pun membuktikan bahwa pria yang jarang memiliki waktu bersama istri dan cenderung mementingkan pekerjaanya memiliki kadar kebahagiaan yang rendah.

 

(Azka Elfriza)

Pos terkait