Wejangan Guru Patrul Rinpoche Saat Menapak Jalan Spiritual

Buku berjuduln”Wejangan Guruku” yang diterjemahkan dari bahasa Mandarin oleh Karma Samten brrdasarkan teks Khenpo Sidargye Rinpoche.

PENJURU.ID | Jakarta – Senang sekali hati saya menerima kiriman buku dari seorang kawan. Kawan yang lain juga mengirim bingkisan hp yang pasti akan memperlancar komunikasi lebih lancar.

Buku berjudul “Wejangan Guruku” yang diterjemahkan dari bahasa Mandarin oleh Karma Samten brrdasarkan teks Khenpo Sidargye Rinpoche.

Tigris Publication yang menerbitkan pada Juni 2021 ini dengan tebal 664 halaman.

Konon kisahnya buku yang memapar ikhwal laku spuritual dalam empat besar cara perenungan hingga prinsip sebab akibat dari perbuatan — semacam ganjaran dan karma — dalam proses melatih dharma untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dunia.

Intinya buku ini memuat ajaran tentang Bodhicitta dan menurut Buntario Tigris merupakan jantung dari ajaran Tantra yang dilengkapi contoh agar dapat mudah mempraktekkan Bodhicitta yang menjadi keyakinan dari Agama Budha.

Isi buku ini memuat cara yang benar untuk mendengarkan instruksi spiritual. Dalam bagian pertama buku ini memaparkan juga ketidak-kekalan kehidupan dan ketidaksempurnaan dunia Sansara.

Lalu manfaat pembebasan, hingga bagaimana caranya mengikuti seorang guru, tentu saja dalam konteks laku spiritual.

Dalam bagian kedua buku ini memaparkan cara mengambil perlindungan, cara membangkitkan Bodhicitta, lalu mengenai meditasi serta cara melafal pada Vajrasattiva. Hingga akhirnya bagaimana mengumpulkan pahala dan kebijaksanaan dalam hidup laku spiritual.

Syahdan, untuk melatih dharma yang benar, pertama harus mendapatkan sahabat spiritual yang sejati. Lalu menemukan guru yang dapat menuntun secara spuritual hingga dirinya mampu diserakan dengan Buddha.

Katanya, hanya melalui keyakinan maka kebenaran yang absolute dapat direalisasikan. Dalam cara yang lain juga dikatakan,untuk mencapai pencerahan, sangat diperlukan seorang guru untukbfiikuti bersama sahabat spuritual yang tinggi. Karena guru sebagai sumberdari semua pencapaian yang bersifat duniawi atau hal-hal yang berada di luar duniawi sifatnya.

Pada akhirnya, phowa seperti sublumasi atau pemindahan kesadaran, sebagai instruksi untuk orang yang sedang dalam proses kematian yang terkait erat dengan belas kasih. Namun untuk dua belas point utama yang disimpulkan diantaranya adalah harus sekalu mengingat manfaat dari pembebasan dan kebebasan yang akan mendambakan pemahaman pada kebudhaan. Dan dengan mengikuti seorang sahabat spiritual yang sejati, maka dapat melatih diri meneladani dan merealisasikan perbuatan-perbuatan bijak yang mendatangkan msnfaat bagi orang banyak. Artinya, dharma kebaikan itu jadi dasar pokok dari semua tuntunan semua agama.

Pos terkait