BENGKALIS – Update Covid-19 di Kabupaten Bengkalis pada hari Selasa sore(23/03) warga terkonfermasi positif Covid-19 dan sembuh dari terinfeksi virus Corona berimbang (5 positif dan 5 sembuh). Dan gerakan vaksinasi Covid-19 terus berjalan hari ini giliran jaksa dan staf Kajari Bengkalis mendapatkan vaksinasi dosis pertama.

Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Bengkalis menunjukkan, ada penambahan pasien Covid-19 sembuh 5 orang hari sebelumnya mencapai 2122 orang. Rilase disampaikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melalui data yang diterima Indonesiasatu.co.id pada hari Selasa.(23/03)
Pasien positif dan meninggal
Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Bengkalis Ns Popy Yulia Santisa SKep juga melaporkan terdapat penambahan 5 pasien Covid-19 yang positif Covid-19 dengan per 24 jam terakhir.
Mereka dinyatakan terjangkit virus Corona rata rata dari kontak erat dan suspek bergejalasembuh pemeriksaan laboratorium dengan metode polymerase chain reaction (PCR), yang hasilnya positif virus corona.
Dengan demikian, total pasien Covid-19 yang terinfeksi sampai saat ini berjumlah 2235 dari orang sejak awal pandemi.
Selain itu, untuk Covid-19 yang aktif hari ini sebanyak 41 orang, untuk penempatan atau di rawat isolasi di Rumah Sakit 20 orang, dan isolasi mandiri dirumah sebanyak 21 orang.
Kasus aktif adalah jumlah pasien positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit, Diklat atau isolasi mandiri.
Angka kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Bengkalis tercatat sebesar 67 orang. Pada hari ini pasien terkonfermasi positif Covid-19 meninggal dunia pasien ke 2220.
Jaksa Di Imunisasi Vaksin Covid-19
Pagi tadi giliran pengacara negara (Jaksa) mendapatkan vaksinasi COVID-19 sebelumnya dari Polres dan Kodim 0303 Bengkalis.Dalam upaya meningkatkan ketahanan tubuh untuk menghadapi pandemi COVID-19 dan mencapai target Herd Immunity.
Menurut Kajari Bengkalis Nanik Kushartanti, SH,. MH melalui Kasi Intel Yogi Nugraha, SH, bahwa yang keseluruhan warga di Kejari dari Pegawai hingga staf berjumlah 62 orang.
“Hari ini semuanya menjalani vaksinasi tahap pertama. Setelah 14 sejak vaksin pertama, maka akan dilanjutkan vaksin tahap kedua, “terangnya di lokasi vaksinasi ruang rapat Kejari Bengkalis, jalan Pertanian.
Dijelaskan jelang siang tadi, sampai saat ini masih proses vaksinasi. Dan pihak Kejari tetap melakukan monitoring dengan tim kesehatan, karena jika yang akan divaksinasi itu mempunyai diabetes atau tekanan darah tinggi tentu belum bisa divaksin.
“Nantinya, tinggal menunggu hasil pelaksanaannya. Apabila tim kesehatan menemukan ada yang belum bisa divaksin lantaran ada yang darah tinggi atau diabetes, maka untuk melaksanakan vaksinasi yang tertinggal, menunggu hasil monitoring, “terang Yogi.
Menurutnya, untuk menghindari COVID-19, dalam pelayanan ke masyarakat, tentunya pihak Kejari tetap menerapkan protokol kesehatan, baik itu jaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan menggunakan sabun.
“Dalam proses persidangan, kita juga masih melaksanakan secara online atau daring, jadi memang terpisah. Yakni untuk terdakwanya berada di Lapas, kemudian saksi bisa berada di tempatnya masing-masing, atau walaupun juga hadir ke pengadilan, tentu dengan menerapkan protokol kesehatan, “tutup dia.(yulistar)




