PENJURU.ID| Lombok Barat – Sebagai bentuk persiapan lapangan kerja bagi bagi kaum milenial, Pemerintah Desa Taman Ayu, Lombok Barat bekerjasama dengan Balai Latihan Kerja Dalam dan Luar Negeri Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Mobile Training Unit Servive Sepeda Motor Injeksi di Desa Taman Ayu, pada kamis (27/5/2021).
Dalam pembukaan Pelatihan yang dilaksanakan di aula kantor Desa Taman Ayu dihadiri oleh Kepala Desa setempat, Camat Gerung, Kepala BNNP NTB dan Kepala BLK DLN Provinsi NTB.
Kepala BLK DLN NTB, Niniek Rahayu, menyampaikan bahwa, kegiatan ini dilaksanakan untuk mencetak generasi Mandiri. Disamping itu juga, peserta pelatihan akan dibekali dengan pelatih yang kompeten, dua stel pakaian kerja, konsumsi, uang saku, ATK dan sertifikat dari BLK DLN NTB.
Hadir pula dalam kegiatan ini plt. Kepala BNN Provinsi NTB, Nurachmat, sebagai mitra kerja Desa Taman Ayu dalam penaggulangan Penyalagunaan dan Peredaran gelap narkoba di wilayah Desa Bersinar.
“hingga saat ini Desa Taman Ayu merupakan Desa Bersinar (Bersih Narkoba) melalui SK Bupati Lombok Barat, dan beberapa peserta juga merupakan mantan pecandu Narkoba yang kami tangani, sehingga kami sangat bersemangat untuk menghadiri langsung kegiatan ini. Sangat positif, dan perlu mendapat apresiasi dan terus ditingkatkan” tutur beliau.
Kegiatan yang dilaksanakan selama 33 hari ini diikuti oleh 16 Pemuda dari 8 Dusun di Desa Taman Ayu. Mayoritas peserta pelatihan adalah kaum millennial dan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK).
M. Tajudin, Kepala Desa Taman Ayu menyatakan bahwa Pelatihan Perbengkelan ini menyasar pemuda yang memang hobbi dan memiliki ilmu dasar tentang mesin,
“kita memiliki bonus demografi yang sangat signifikan, lebih dari 60% penduduk Indonesia adalah Generasi Z dan Millenial, oleh sebab itu, sasaran kami adalah mereka yang masih energik, memiliki basic keterampilan dibidang mesin dan mereka yang pernah terpapar obat-obat terlarang sebagai bentuk follow up dari kegiatan pasca rehabilitasi” ucapnya.
Tajudin mengharapkan, hasil dari materi dan praktik Pelatihan Perbengkelan ini dapat membantu diri sendiri dan perekonomian keluarga.
“sehingga berubah persepsi tentang pemuda yang hura-hura menjadi pemuda yang produktif dan bermanfaat bagi sesama” pungkas nya.
(LA)





