PENJURU.ID | TAWANGMANGU – Menggambar dengan kuas dan pena sudah biasa, namun ada cara unik menggambar dengan pena yang terbakar. Perpaduan menggambar dan membakar menjadi teknik utama dalam pembuatan karya seni yang satu ini. Pena gambar digantikan dengan solder listrik yang ujungnya terbakar. Mata pena panas ini akan menggores media gambar hingga menghasilkan gambar yang menawan.
Slumpring Tawangmangu (44) membuat Karya Seni Pirografi yang pertama kali mengunakan media Slumpring. Beberapa gambar tokoh daerah sampai nasional bahkan tokoh mancanegara dari lembaran potongan kayu triplek, dan lukisan seni Pirografi menggunakan media Slumpring terpajang rapi di Omah Slumpring Tawangmangu Desa Ngeledok Sari, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.
Seniman nyentrik dan unik ini tak bersedia ditulis nama aslinya karena tujuan utamanya adalah memperkenalkan Seni Pirografi mengunakan media slumpring , tetap fokus memegang pena solder dan kayu pada media Slumpring saat penjuru.id berkunjung pada Rabu, (23/06).
Teknik pirografi bukanlah hal mudah, keterampilan menggambar sangat dibutuhkan bagi seniman gambar. Lebih dari itu, ketelitian menjadi faktor utama dalam menggoreskan mata pena bakar ke media Slumpring.
“Slumpring adalah salah satu bagian yang ada di pohon bambu yang dianggap tak berguna dan saya coba membuktikan pada masyarakat bahwa sesuatu yang dianggap tak berguna dapat bernilai seni dan bernilai tinggi dan dapat memberdayakan masyarakat saat Pagembluk Covid-19 melanda.” tegasnya.
Seni pirografi dipraktikkan pada abad ke 17, dan mencapai kualitas tertinggi pada abad ke 19. Pirografi berasal dari bahasa Yunani yang berarti menulis dengan api,perpaduan keterampilan menggambar dan membakar.
Ibarat kayu terbakar menjadi abu, sama halnya dengan teknik pirografi. Bidang Slumpring berwarna cokelat kekuningan akan terbakar. Warnanya menghitam bak arang jika terkena ujung pena.
“Alhasil motif dan wujud gambar akan tertuang dengan indahnya. Media gambarnya beragam, mulai dari kayu, kulit hingga benda yang mampu tergores dengan pena bakar dan saya memperkenalkan Slumpring yang pertama kali.” jelasnya.
Namun bagi Slumpring Tawangmangu media Slumpring akan dilirik pelanggan dalam prosesnya memperkenalkan pada publik, Selain media kayu, triplek, kulit, slumpring memberikan kesan artistik tersendiri dan perlu ketekunan untuk mencari bahan yang berasal dari alam tanpa harus merusak alam.
Aneka gambar wajah manusia, hewan, benda, hingga landscape sukses menjadi daya tarik. Sedangkan selain media Slumpring juga mengunakan media triplek yang memiliki warna mendekati putih bak kertas kanvas.
Uniknya lagi, sebagian besar Slumpring yang digunakan telah disediakan oleh alam hanya diperlukan kemauan dan keuletan mencarinya.
Berbagai jenis kayu sebenarnya dapat digunakan. Tekstur kayu yang beragam akan menghasilkan hasil lukisan yang lebih variatif. Misalnya kayu keras atau lunak, berserat halus atau kasar, hingga melengkung atau datar. Semuanya bisa diaplikasikan tergantung sang seniman.
“Mulanya pesanan akan dibuatkan sketsa dengan pensil pada permukaan bidang gambar. Sketsa dengan pensil masih bisa dikoreksi dengan karet penghapus.” paparnya.
“Berbeda saat proses menggambar dengan solder panas. Jika salah tak bisa dihapus, goresan yang terbakar akan selamanya membekas. Dengan adanya sketsa akan sangat memudahkan proses membakar.”pungkasnya.
Saat ini sudah ada ujung pena solder listrik yang modern dan beragam. Ukuran mata pena menentukan tebal tipis guratan yang membakar. Berbeda dengan awal berkembangnya dengan logam yang dipanaskan. Ada juga yang bereksperimen dengan obat nyamuk bakar, rokok, bahkan kaca pembesar dengan bantuan cahaya matahari.
Satu buah gambar rata-rata dapat diselesaikan dalam kurun waktu 1 minggu. Namun tergantung pada tingkat kerumitan dan ukuran bidang gambar. Meski terkesan lama, namun sebanding dengan hasil yang didapatkan. Gambar siluet wajah yang mirip dengan aslinya. Bermacam macam gambar potrait orang sering dipesan sebagai bingkisan dan kado spesial.
Selain itu, beberapa pelanggan juga memesan gambar pirografi yang dipadukan dengan tinta lukisan. Langkah terakhir ialah proses finishing. Papan kayu bergambar akan dilapisi dengan vernis. Selain melindungi gambar dari goresan, pelapis akan membuat gambar lebih tahan lama. Aneka bingkai dikreasikan untuk mempercantik dan membuat gambar lebih menawan.
Setidaknya Slumpring Tawangmangu merupakan pioneer dalam mengunakan media slumpring di dunia lukis bakar. Keunikan perpaduan antara menggambar dan membakar tentu tak bisa didapatkan secara instan. Hobi menggambar sejak dini membuatnya semakin mahir tiap hari.
Sudah mulai banyak pemesan hasil karyanya dan Slumpring Tawangmangu mengandeng Omah Kerajinan Sabda Daya Nusantara Jl.Pringgosari No.1 Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar , ia berharap supaya fokus dalam memproduksi Pirografi media Slumpring.
Kerumitan dan ukuran menjadi patokan harga. Karya menawan ini dijual secara umum, dengan kualitas layaknya karya museum.
Bagi yang berminat untuk order lukisan Pirografi siluet media slumpring dapat menghubungi via WA 0878 5991 4554 “Omah Kerajinan Sabda Daya Nusantara” .Kerumitan dan ukuran menjadi patokan harga. Karya menawan ini dijual secara umum, dengan kualitas layaknya karya museum.( Adi Penjuru).





