Tembang Karanganyar Gudang Wisoto di Apresiasi Masyarakat

PENJURU.ID | KARANGANYAR – Tembang “Karanganyar Gudang Wisoto”Ciptaan Sukarno Aji dengan arrasemen music yang di garap oleh Jack Cl selama 4 bulan digarap di Javaholic Record merupakan persembahan putra kelahiran Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Sukarno Aji (47) yang berprofesi sebagai wirausaha di bidang tekstile yang baru 2 tahun yang juga sebagai penggiat seni budaya Jawa, pulang ke tanah kelahirannya awalnya mempunyai inspirasi untuk membuat lirik lagu yang utamanya bertujuan supaya Kabupaten Karanganyar juga menjadi desnasi tujuan utama bagi wisatawan lokal dan mancanegara karena Karanganyar yang dikenal sebagai Gudangnya Pariwisata.Terkait dampak Pagembluk Covid-19 banyak seniman yang terdampak pendemi lalu bersinergi bersama Jack CL dan menyerahkan proses arrasement music, serta pengambilan gambar video clip di beberapa destinasi wisata Karanganyar.

Pada tanggal 05 Mei 2021 video clip karya Jack CL owner Studio Javaholic Record di louncing secara perdana dan mendapat tanggapan positif hingga berita ini di turunkan telah memperoleh sebanyak 20.000 Penonton YouTobe.

” Saya tak menyangka jika lagu yang saya ciptakan mendapat apresiasi dari masyarakat yang luar biasa, memang niat dan tujuan saya adalah melalui seni dan budaya agar dapat membawa dampak positif pada Destinasi Wisata Tawangmangu khususnya.” kata Sukarno Aji saat di konfirmasi penjuru.id melalui sambungan telepon Rabu malam, (23/06).

“Saya berkolaborasi bersama Bang Jack CL dan membiayai secara pribadi tentunya berharap agar pariwisata dan juga seniman khususnya di Kabupaten Karanganyar mendapatkan apresiasi dan support dari Pemkab Karanganyar dalam berkarya.” tegasnya.

” Terima kasih atas support dari para pemirsa dan juga media online nasional, televisi lokal maupun televisi mancanegara Suriname TV yang telah memutar Karya Perdana kami.” imbuhnya.

“Semoga kedepan kami dapat menyajikan karya-karya yang inovatif untuk kemajuan dunia seni budaya dan pariwisata di Kabupaten Karanganyar khususnya, Indonesia pada umumnya.” pungkasnya.(Adi Penjuru).

Pos terkait