Seni Tradisional Tak Lagi Kuno, SMA Labschool Jakarta Buktikan Emas Dunia di Bulgaria

PENJURU.ID | JAKARTA — Di tengah gempuran tren budaya populer luar negeri yang menguasai playlist dan media sosial anak muda, sekelompok pelajar SMA di Jakarta justru memilih jalan yang berbeda. Mereka memutuskan untuk mendalami lekuk gerak tari tradisional Nusantara, merawatnya, dan membawanya terbang sejauh ribuan kilometer ke benua Eropa.

Langkah berani tersebut membuahkan hasil manis. Tim Tari Tradisional SMA Labschool Jakarta sukses menyabet medali emas (Gold Medal) dalam ajang World Championship of Folklore yang berlangsung di Bulgaria. Raihan ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa seni budaya daerah makin ditinggalkan oleh generasi muda.

Menepis Stigma “Kuno” Lewat Prestasi

Bagi sebagian remaja, mempelajari tari daerah kerap dianggap kurang tren dibanding modern dance atau K-Pop. Namun, para siswa SMA Labschool Jakarta berhasil membuktikan bahwa warisan leluhur punya daya pikat luar biasa di panggung global jika dikemas dengan kesungguhan dan kualitas pertunjukan yang tinggi.

Dalam kompetisi yang diikuti oleh puluhan negara dari berbagai belahan dunia tersebut, tim Indonesia tampil mencolok dengan busana adat yang megah, keharmonisan gerak, serta ritme musik tradisional yang energik. Juri dan penonton internasional dibuat terpukau oleh kekayaan koreografi Nusantara yang dibawakan secara presisi oleh anak-anak muda ini.

“Kami ingin menunjukkan bahwa membawakan tarian tradisional itu sangat keren dan membanggakan. Saat berdiri di panggung internasional membawa nama Indonesia, rasanya luar biasa,” ujar salah satu perwakilan tim usai penyerahan penghargaan.

Menjaga Identitas di Kancah Global

Keberhasilan di Bulgaria ini bukan sekadar tentang medali atau tropi yang dibawa pulang ke tanah air. Lebih dari itu, pencapaian ini menjadi simbol ketahanan budaya di tangan generasi Gen Z.

Di saat arus globalisasi berjalan begitu cepat, para siswa SMA Labschool Jakarta membuktikan bahwa menjadi modern tidak harus mencabut akar budaya sendiri. Kebudayaan lokal justru bisa menjadi identitas pembeda yang membuat anak muda Indonesia berdiri sejajar, bahkan unggul, di panggung internasional.

Kemenangan ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi sekolah-sekolah dan generasi muda lainnya di Indonesia untuk tidak ragu mempelajari, melestarikan, dan membanggakan seni tradisi daerahnya masing-masing.

 

Pos terkait