PENJURU.ID | Probolinggo – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat budaya sadar bencana di tingkat masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembukaan program Pembentukan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) di Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, yang dibuka langsung oleh Sekretaris BPBD Provinsi Jawa Timur, Andhika Nurrahmad Sudigda, ST., M.Si.
Program yang digelar bersama BPBD Kota Probolinggo itu bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali potensi ancaman bencana, mengurangi risiko, serta melakukan penanganan awal secara mandiri ketika keadaan darurat terjadi.
Kegiatan pembukaan dihadiri Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Boedi Harjanto, S.Sos., M.Si., Camat Kedopok Dwi Hermanto Rachmat Sholeh, S.Sos., M.Si., Danramil 0820-02 Wonoasih Kapten M. Yahuddin, Kapolsubsektor Kedopok Ipda Hari Dwi Jatmiko, S.H., Lurah Jrebeng Kulon Ulfa Purnamaratih, S.STP., Ketua FPRB Kota Probolinggo Sugeng Nufindarko, serta Fasilitator Destana Jawa Timur Eko Yudha HM.
Dalam sambutannya, Andhika menegaskan bahwa masyarakat merupakan elemen terpenting dalam sistem penanggulangan bencana karena menjadi pihak pertama yang menghadapi situasi darurat.
“Kami ingin membangun kesiapsiagaan yang dimulai dari lingkungan masyarakat. Karena itu, kami mengajak warga memahami kondisi wilayahnya, mengenali ancaman yang ada, dan menyiapkan langkah-langkah penyelamatan sejak dini,” ujar Andhika, Rabu (15/07/2026) pagi.
Ia menjelaskan bahwa peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga akan terlibat langsung dalam proses identifikasi risiko, penyusunan peta rawan bencana, hingga latihan evakuasi.
“Kami membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan yang bisa langsung diterapkan. Saat terjadi bencana, warga harus mampu melindungi dirinya, keluarganya, dan membantu lingkungan sekitar sebelum bantuan datang,” katanya.
Menurut Andhika, keberhasilan Destana bergantung pada kolaborasi seluruh unsur yang ada di daerah.
“Kami memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kota, TNI, Polri, FPRB, pemerintah kelurahan, dan masyarakat. Dengan kolaborasi ini kami ingin membentuk masyarakat yang tanggap, tangkas, sekaligus tangguh menghadapi berbagai ancaman bencana,” tegasnya.
Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Boedi Harjanto mengatakan pembentukan Destana menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperluas wilayah yang memiliki sistem kesiapsiagaan berbasis masyarakat.
“Kami terus mengembangkan Destana di Kota Probolinggo agar setiap kelurahan memiliki sumber daya manusia yang memahami mitigasi bencana. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko sekaligus mempercepat penanganan ketika terjadi keadaan darurat,” ungkap Boedi.
Ia menambahkan, BPBD Kota Probolinggo akan terus melakukan pembinaan agar Destana tetap aktif menjalankan berbagai kegiatan edukasi dan simulasi kebencanaan.
“Kami tidak ingin Destana berhenti setelah kegiatan ini selesai. Kami akan terus mendampingi agar kelompok yang terbentuk mampu menjadi motor penggerak kesiapsiagaan masyarakat secara berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Lurah Jrebeng Kulon Ulfa Purnamaratih mengapresiasi dukungan BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kota Probolinggo yang telah menghadirkan program tersebut di wilayahnya.
“Kami bersyukur Kelurahan Jrebeng Kulon mendapatkan kesempatan mengikuti program ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kota Probolinggo atas kepercayaan dan pendampingan yang diberikan kepada masyarakat kami,” katanya.
Ulfa mengajak seluruh warga memanfaatkan program tersebut untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
“Kami siap mendukung seluruh tahapan pembentukan Destana. Kami berharap masyarakat mengikuti setiap kegiatan dengan serius agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Selama proses pembentukan, peserta memperoleh pendampingan dari Fasilitator Destana Jawa Timur, Eko Yudha HM, yang memimpin penyusunan dokumen, pemetaan risiko, pembentukan struktur organisasi, hingga simulasi lapangan sebagai bagian dari penguatan kapasitas masyarakat.
Melalui pembentukan Destana di Kelurahan Jrebeng Kulon, BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kota Probolinggo berharap lahir masyarakat yang lebih siap menghadapi bencana, mampu bertindak cepat dalam kondisi darurat, serta menjadi contoh pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat di Kota Probolinggo. (Pras)




