PENJURU.ID | Jeneponto – Rasa haru menyelimuti jajaran Polres Jeneponto setelah Kapolres AKBP Widi Setiawan melihat foto kondisi rumah Pak Jumali (45) dan Ibu Bunga (40), pasangan suami istri yang hidup dalam keterbatasan di sebuah gubuk kecil beratap terpal plastik di Kampung Ci’nong Barat, Kelurahan Tonrokassi, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto.
Begitu melihat potret kehidupan sederhana itu melalui laporan dan foto yang dikirim anggotanya, Kapolres Widi langsung bereaksi cepat. Ia segera memerintahkan personelnya untuk turun ke lokasi, membawa bantuan sembako dan menghadirkan pelayanan kesehatan gratis bagi keluarga Jumali dan warga sekitar melalui tim Siddokes Polres Jeneponto.

“Begitu saya melihat foto rumah mereka, hati saya langsung tersentuh. Saya perintahkan anggota untuk segera turun, bantu mereka hari ini juga. Polisi tidak boleh hanya melihat, kami harus bergerak,” ungkap AKBP Widi Setiawan dengan nada penuh empati.
Di lokasi, pemandangan pilu menyambut petugas. Sebuah gubuk beratap terpal plastik, dan beralaskan seadanya menjadi tempat berteduh pasangan itu. Meski hidup dalam kesederhanaan, mereka tetap tegar menjalani hari demi hari sebagai pekerja kebun.
Melalui bantuan ini, Polres Jeneponto berharap dapat meringankan beban keluarga Jumali serta menunjukkan bahwa kehadiran polisi bukan hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam urusan kemanusiaan.

“Kami akan terus hadir untuk masyarakat, terutama bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. Polisi harus bisa menjadi sahabat dan penolong rakyat, bukan hanya penegak hukum,” tambah Kapolres.





